Sementara untuk 2024 terdapat 2.328 kecelakaan dengan 193 orang meninggal dunia.
Kabag Ops Polresta Sleman Kompol Masnoto menjelaskan, dengan angka tersebut rata-rata sekitar 14 orang meninggal setiap harinya karena kecelakaan lalulintas.
Jumlah yang disignifikan ini bisa terjadi karena masih rendahnya kesadaran lalu lintas.
"Jumlah tersebut belum termasuk yang mengalami luka-luka maupun kerugian materiel," katanya saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (11/12/2025).
Sementara untuk kerawanan lain, dia menyebut selama 11 bulan pada 2025 telah ada 1.234 tindak pidana yang dilaporkan. Baik itu di Polresta maupun Polsek wilayah Sleman.
Masnoto menyebut, untuk kasus yang terjadi di lapangan jelas lebih banyak. Hanya saja dapat diselesaikan di tingkat bawah, seperti lewat tokoh masyarakat atau tokoh agama.
Khusus untuk narkoba, dia menyebut ada 113 kasus yang berhasil diungkap.
Meski cukup signifikan, Masnoto menyebut keamanan dan ketertiban di Bumi Sembada masih aman terkendali. Seluruh kegiatan masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap bisa berjalan dengan semestinya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menilai, kecelakaan lalu lintas banyak terjadi pada pengendara di bawah umur.
Jadi perlu berbagai terobosan seperti menyediakan bus sekolah, pemasangan rambu jalan, maupun pemantauan batas kecepatan.
"Kuncinya bagaimana mengalihkan anak yang menggunakan kendaraan pribadi pada transportasi umum," katanya. (del/laz)
Editor : Herpri Kartun