YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 7 Desember 2025, pukul 00:00–24:00 WIB, menunjukkan kegempaan yang tinggi serta teramatinya guguran lava. Status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga).
Seismik dan Guguran Lava Dominasi Aktivitas Harian
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR dari PVMBG, BPPTKG mencatat sejumlah aktivitas signifikan, terutama dari sisi kegempaan dan visual.
Kegempaan: Tercatat dominasi gempa Guguran sebanyak 85 kali dan gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 53 kali. Gempa guguran ini memiliki amplitudo antara 2-37 mm dengan durasi hingga lebih dari 180 detik.
Guguran Lava: Secara visual, teramati sebanyak 15 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Guguran lava ini dilaporkan mengarah ke Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih.
Visual Puncak: Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal hingga tipis, mencapai ketinggian 10–25 meter di atas puncak.
Status Siaga, Waspadai Bahaya Guguran dan Awanpanas
Dengan terus berlangsungnya suplai magma, BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awanpanas guguran (APG).
Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di area potensi bahaya yang telah ditetapkan, yaitu:
Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Kepala BPPTKG melalui laporan ini juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Merapi untuk:
Mewaspadai bahaya lahar dan APG, terutama saat terjadi hujan di wilayah puncak dan lereng.
Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
BPPTKG akan terus memantau aktivitas Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat status gunung akan segera ditinjau kembali.
Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin