Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Malu Bertanya Tersesat di Pogung, Satpam Siap Antarkan Anak Kos dan Ojol Yang Kebingungan

Magang Radar Jogja • Minggu, 7 Desember 2025 | 06:45 WIB
Kawasan Pogung
Kawasan Pogung

 

Pogung, salah satu daerah di Sleman yang memiliki profil unik lantaran lebih dikenal sebagai labirinnya Jogja. Terletak di utara kampus UGM, selain pemukiman warga, daerah ini juga dipadati oleh kos-kosan dengan gang-gang kecil yang cukup membingungkan, bahkan sering kali membuat pengendara motor maupun mobil tersesat.

Pada setiap gang telah dilengkapi portal. Maka, sangat mungkin anda mudah memasuki daerah ini, tapi tidak dengan keluarnya, apalagi di malam hari. Satpam kompleks umumnya akan menurunkan portal pukul 22.00 dan baru akan dibukan kembali sekitar pukul 06.00 di pagi harinya.

 Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta x PT Pos Indonesia Sleman, Gelar Pelatihan Safety Riding Khusus Kurir serta bagi Tips Tingkatkan Keselamatan Pengiriman Paket

“Tutup dan buka portal menyesuaikan, untuk area yang bagian sisi Timur itu ditutup Pukul 20.00 malam, dibuka pukul 06.00. Terus untuk yang bagian Barat tutup pukul 21.00. Nanti dibuka pukul 05.30. Tapi untuk area penghubung barek, itu blok A2 itu ditutup pukul 23.00 dan dibuka pukul 4.oo untuk akses warga maupun anak kos menuju ke masjid,” ungkap Turhadi, satpam Pogung Baru.

 

Menurut keterangan Turhadi, sebenarnya Pogung terbagi menjadi banyak bagian, ada yang terbagi per RW, ada pula yang masih satu kampung atau padukuhan tapi terbagi tiga. Jadi secara umum, ada Pogung Baru, Pogung Kidul, Pogung Lor, Pogung Raya, Pogung Rejo, dan Pogung Dalangan. Namun secara administrative, terdapat dua dukuh utama yakni Pogung Lor dan Pogung Kidul.

Ia menambahkan, daerah yang sering kali membuat bingung adalah Pogung Baru. Hal ini lantaran, Mayoritas portal daerah Pogung Baru sudah banyak dikunci dari sejak pukul delapan malam. Hanya satu dua gang yang dibuka 24 jam, yakni Gang Dandang Gulo dan Blok F.

 Baca Juga: Pulang dari Eropa Ngegas di Pasar Sapi Siyono, Cara Pebalap Veda Ega Pratama Jaga Skill dan Feeling

“Kalau dari, biasanya kan yang kebingungan itu anak-anak kos. Iya, soalnya baru penyesuaian, terus banyak yang bingung, terus malu bertanya, jadinya sesat di jalan. Pokoknya intinya kalau di Bukum baru, malu bertanya, sesat di jalan,” lanjut Turhadi sembari tertawa ringan.

 

Selain anak kos, kebingungan juga dirasakan oleh ojek online, terutama yang masih belum mengenali daerah tersebut. Turhadi menyarankan, jika sudah dilanda kebingungan di Pogung, apalagi ketika malam hari, lebih baik bertanya. Ia dan para satpam lainnya akan dengan senang hati memberitahu jalan keluar dari ‘labirin’ tersebut.

 

“Sarannya buat anak kos misal kayak hati-hati di malam hari. Tanya aja sama pak satpam. Pokoknya portal area timur itu ditutup pukul 20.00, dibuka pukul 06.00. Yang area jalur utama, area barat itu ditutup pukul 21.00, dibuka pukul 05.30,” katanya.

 Baca Juga: Punya Kenangan di Thailand, Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Isi Libur Kompetisi dengan Nostalgia ke Negeri Gajah Putih 

Menurutnya, salah satu alasan banyaknya portal di Pogung Baru lantaran adanya isu keamanan. Sebelum kehadiran portal, warga terbiasa berbagi jam ronda. Kehadiran portal menjadi salah satu strategi warga dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar. Dan hal itu dirasakan betul oleh Turhadi yang telah menjadi satpam sejak tahun 2016, keamanan jauh lebih terjamin.

 

Gesta, salah satu warga Pogung Dalangan menimpali hal serupa. Warga asal Bojonegoro ini memilih pindah mengikuti suaminya yang merupakan asli warga Pogung Dalangan, dan kini sudah memasuki tahun ke-15 sejak kepindahannya.

Menurutnya, Pogung Baru lebih mirip kompleks perumahan yang di sana terbagi menjadi Blok-blok. Ia setuju dengan anggapan Pogung yang dikenal sebagai labirin dan acap kali ‘menyesatkan’.

 Baca Juga: Striker PSIM Jogja Nermin Haljeta Santai Sikapi Jeda Liga: Ada Turnamen Bagus, Tidak Ada Juga Oke

“Nah mungkin karena baru-baru disini enggak tahu jadi muter-muter aja mungkin karena portalnya banyak yang ditutup. Mungkin karena medsos. Banyak yang nge-upload, jadi kesannya, wah Pogung itu labirin gitu,” ujar Gesta.

 

Ia mengakui, memang kini mayoritas Pogung dihuni oleh mahasiswa. Daerah yang dulunya merupakan petak-petak kebun itu kini sebanyak 40 persennya telah berubah dipadati oleh kos-kosan, indekost, maupun kontrakan. Jika Pogung Baru adalah sisi perumahan, maka Pogung Dalangan menyuguhkan sisi nuansa kampung.

 

“Tipsnya buat anak pas-pasan mungkin biar gak kebingungan sekarang kan ada google map. Terus sering-sering lah main disini muter-muter aja, lalu bertanya-tanya sama warga,” sambung Gesta sembari melayani pembeli sarapan.

 Baca Juga: PSS Sleman Beri Kelonggaran kepada M. Fahri yang Tertahan di Kampungnya Aceh, Ansyari Lubis Doakan sang Kiper Tetap Sabar

Sebagai seorang pendatang, ‘labirin’ Pogung ini juga dirasakan oleh Muslimah, mahasiswi semester akhir yang sudah dua tahun tinggal di Pogung Lor.

“Walaupun sudah bertahun-tahun di sini, tapi tetap aja kalau keliling Pogung yang masuk-masuk yang saya jarang lewat itu kayak bingung, ini arahnya mana. Ya sekarang kadang juga masih bingung, masih proses mengamati, oh ini nembusnya ke sini, nembusnya ke sini, kayak gitu,” katanya.

 Baca Juga: Usai Jalani Libur, Kim Jeffrey Ingin Para Pemain PSS Sleman Tetap Termotivasi 

Muslimah bercerita, ia pernah mengalami kebingungan. Kala itu ia baru bisa pulang malam sepulang dari tugas kampus, kondisi dimana mayoritas portal sudah ditutup. Lantaran tidak menemukan orang untuk bertanya, ia pun tersesat dan membutuhkan waktu lama untuk keluar dari labirin tersebut. 

 

“Kita nggak bisa tanya orang. Ya jarang ada orang yang bisa ditanyain. Soalnya kebanyakan mahasiswa ya dan mungkin pekerja kantoran. Ya ada sih, tapi tuh gak di semua titik ada orang yang sedang berkegiatan di luar rumah,” pungkasnya. (mg12)

 

(Salwa Mutia)

 

Editor : Heru Pratomo
#Mahasiswa #UGM #ojol #portal #satpam #Pogung #tersesat #labirin