SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman siap menyambut libur panjang natal dan tahun baru (Nataru) 2025.
Terkait bahan pokok dipastikan tersedia sehingga masyarakat tidak akan kesulitan untuk mendapatkannya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman Makwan menjelaskan, untuk komoditas beras produksinya mengalami surplus.
Begitu juga dengan minyak, daging, maupun telur dipastikan tersedia. Sementara untuk gas sudah meminta tambahan alokasi sejumlah 6.900 tabung.
Dia menyebut, pada akhir tahun ini sudah tidak ada lagi gelaran pasar murah. Meski begitu, harga komoditas masih dalam batas wajar.
Kalau pun ada kenaikan, dia sebut juga terpengaruh karena di berbagai tempat tengah terjadi bencana yang berdampak pada putusnya akses distribusi.
Baca Juga: Debt Collector Culik Ibu dan Anak di Magelang, Polisi Tangkap Empat Pelaku di Sleman
Jika meninjau situs harga pangan Sleman, lonjakan tertinggi terjadi pada cabai merah sebesar Rp 1.429 sehingga harganya mencapai Rp 76.429 tiap kilogramnya.
Lalu ada bawang merah naik Rp 1.286 sehingga harga menjadi Rp 49.143 tiap kilogramnya.
Sementara yang lain kenaikannya tidak sampai Rp 1.000 dan kebanyakan masih dalam harga stabil.
"Ketersediaan bapok aman, inflasi terkendali, haga tidak melambung tinggi, aman," terang Makwan ditemui di sekitar Stadion Tridadi, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga: Nekat Jualan via Live di Medsos, Toko Miras Digerebek Satpol PP Kebumen
Makwan menyebut, dalam waktu dekat akan turut dilaksanakan peninjauan ke pasar untuk melihat penjualan bahan pokok.
Termasuk SPBU maupun SPBE untuk melihat kondisi lapangan secara rill.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, prioritasnya dalam menyambut Nataru adalah memastikan kelayakan jalan.
Ketika masih ditemukan ada yang rusak maka akan segera dilakukan perbaikan. Sekaligus mengantisipasi genangan di jalan dengan memastikan drainase dalam kondisi mantab dan tidak tersumbat.
"Termasuk nanti manajemen keramaian harus ditata sehingga sebarannya bisa dikendalikan. Kami koordinasi secara internal maupun instansi vertikal lain," tambahnya. (del)