SLEMAN – Dari total 7.207 penyandang disabilitas ringan hingga berat di Bumi Sembada, bantuan sosial (bansos) baru bisa disalurkan bagi penyandang kategori berat sebanyak 406 orang.
Nominal bantuan senilai Rp 300 ribu yang ditransfer setiap bulan ke rekening penerima.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman Ludiyanta mengatakan, bantuan uang ini terdiri dari dua komponen, yakni pangan Rp250 ribu dan sandang Rp50 ribu.
"Memang untuk bantuan sandang dan pangan menyasar ke disabilitas berat yang badrest. Jadi tidak bisa beraktivitas," katanya ditemui di Lapangan Pemda Sleman dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Jumat (5/12/2025).
Bantuan ini akan kembali disalurkan pada 2026. Hanya, nominalnya berkurang menjadi Rp 250 ribu imbas dari pemangkasan dana transfer ke daerah.
Dia menilai, para penyandang disabilitas tidak hanya bisa mengandalkan bantuan ini. Sebab ada anggaran jaring pengaman sosial.
Khususnya jika memerlukan alat penunjang kehidupan sehari-hari.
Program pemberdayaan sosial berupa pelatihan juga disiapkan untuk mendorong disabilitas mandiri. Mulai dari pengolahan pangan, ternak, pijat, hingga pembuatan ecoprint.
"Untuk disabilitas yang terlantar juga ada fasilitas rumah penampungan sementara. Kalau tidak ditemukan keluarganya, kami teruskan ke balai-balai milik provinsi," tambahnya.
Baca Juga: Saat Nataru, Dishub Bantul Siapkan Pos Pengaman dan Pemantaun di Kawasan Jembatan Kabanaran
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kapanewon Kalasan, Bambang Suyanto menilai, penting untuk mendorong penyandang disabilitas mandiri.
Langkah pertama adalah dengan memberikan alat bantu. "Kalau bisa beraktivitas nanti mencari rezeki sendiri. Kalau untuk pelatihan yang diadakan juga harus disesuaikan dengan kompetensi dan minat," katanya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita