SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan dinamika pada pengamatan Kamis, 4 Desember 2025.
Berdasarkan laporan harian dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), teramati satu kali kejadian Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur ke arah Kali Krasak.
Yulianto, penyusun laporan dari BPPTKG, menjelaskan bahwa awan panas tersebut tercatat memiliki jarak luncur 1.300 meter (1,3 km) dengan amplitudo 24 mm dan durasi 103,53 detik.
Baca Juga: Harga Cabai Naik Stok Aman, Inflasi DIY Masih Terkendali Jelang Nataru
Guguran Lava Pijar Masih Intensif
Selain awan panas, aktivitas guguran lava pijar juga masih terpantau cukup tinggi. Selama periode pengamatan 24 jam (pukul 00:00-24:00 WIB), teramati sebanyak 18 kali guguran lava.
"Guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter," tulis Yulianto dalam laporannya.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah.
Data Kegempaan dan Ancaman Lahar
Aktivitas kegempaan di tubuh Merapi masih didominasi oleh gempa guguran dan fase banyak (hybrid), yang menandakan suplai magma masih berlangsung. Rincian data kegempaan pada 4 Desember 2025 adalah:
Awan Panas Guguran: 1 kali.
Guguran: 83 kali.
Hybrid/Fase Banyak: 52 kali.
Baca Juga: Dirjen SPSK Kemenkeu Sebut DIY Contoh Konkret Penguatan Keuangan Daerah
Tektonik Jauh: 1 kali.
Perlu diwaspadai juga faktor cuaca di puncak Merapi.
Tercatat curah hujan sebesar 32 mm per hari. Hal ini meningkatkan potensi bahaya lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.
Status Level III (Siaga) dan Rekomendasi BPPTKG
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). BPPTKG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat:
Baca Juga: Kementerian Pertanian Pastikan 40 Ribu Sawah Terdampak Dapat Bantuan! Sumut Juga Terima Alsintan
Hindari Daerah Bahaya:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maks 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maks 7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (maks 3 km) dan Sungai Gendol (maks 5 km).
Antisipasi Hujan Abu & Lahar:
Masyarakat diminta mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik dan bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Dilarang Beraktivitas: Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Takluk dari Thailand di Laga Pembuka Sea Games 2025
Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari media sosial PVMBG atau aplikasi MAGMA Indonesia untuk mendapatkan update perkembangan terkini. (iwa)
(Sumber: Laporan MAGMA-VAR, KESDM, Badan Geologi, PVMBG/BPPTKG)
Editor : Iwa Ikhwanudin