SLEMAN - Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman menyiapkan dua makanan untuk diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada 2026, yakni Wedang Jiwan dan Lapis Legit Kaliabu.
Jika nanti lolos akan melengkapi makanan yang sudah dapat predikat ini sebelumnya, seperti Ayam Goreng Kalasan, Apem Wonolelo, Tempe Pondoh, Cethil, dan Jadah Tempe. Sementara untuk 2025 yang baru saja lolos adalah Bebek Bacem Nglengis.
Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Sleman Esti Listyowati menjelaskan, pemilihan dua makanan ini untuk diajukan karena merupakan produk khas Bumi Sembada. Selain itu, ada komunitas yang melestarikan dan memiliki nilai tradisi khas.
Baca Juga: Pegawai Tak Cakap Bakal Digeser, Pemkab Sleman Akan Lantik Seratus Pejabat Hasil Rotasi
"Apalagi untuk Wedang Jiwan sudah sering kami gunakan. Insyaallah kami optimis bisa lolos," terangnya ditemui di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (4/12/2025).
Saat ini dia sebut sudah dilakukan kajian untuk tahap penilaian oleh pemerintah provinsi. Dan masih menunggu evaluasi apakah masih ada kekurangan.
Jika ada yang perlu ditambahkan maka akan diperbaiki. Baru ketika pengajuan sudah dirasa cukup baru maju ke tingkat nasional.
Esti menyebut, banyak yang perlu dipersiapkan untuk pengajuan ini. Mulai dari teks hingga video proses pembuatan produk.
Baca Juga: Gemar dengan Kisah-Kisah Supranatural, Ini Perbedaan Leak Bali dan Kuyang Kalimantan
Esti menegaskan, program pengajukan WBTb ini tetap menjadi prioritas di tengah pemangkasan dana transfer ke daerah dan efisiensi.
Baginya proses ini tidak serta-merta bergantung pada dana pemerintah, tetapi bisa berkolaborasi dengan masyarakat.
"Kajian penetapan untuk pengajuan WBTb ini memang harus jalan dan dipertahankan karena ini program prioritas," tambahnya.
Baca Juga: Rekomendasi Destinasi Air Terjun di Yogyakarta Yang Wajib Dikunjungi
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berkomitmen pada pelestarian budaya.
Terlebih, mengingat wilayahnya menjadi bagian dari Provinsi DIY yang sarat akan tradisi.
"Pelestarian harus terus berjalan seiring zaman agar bisa semakin relevan bagi semua kalangan," katanya. (del)