SLEMAN - Sebanyak 451 makam yang terdampak Tol Jogja-Solo di Kaweden, Tirtoadi, Mlati, Sleman mulai dipindahkan sejak Rabu (3/12/2025).
Jenazah ini berasal dari tiga lokasi yang dijadikan satu tidak jauh dari lokasi lama. Lokasi baru ini diberi nama Makam Tritunggal Kemuning Kaweden.
Ketua Tim Pelaksana Pemindahan Makam Al Iswat Semarang Joko Yudho menjelaskan, proses pemindahan dilakukan dengan mencari sisa jenazah yang ada di lubang kubur.
Apa pun yang ditemukan, baik itu tanah, tulang, hingga kain kafan akan dibungkus dengan kain kafan baru.
Sebelum dibungkus, jenazah akan disemprot dengan air zamzam dan wewangian. Parfum ini dibuat khusus oleh tim Al Iswat sendiri.
Saat dikuburkan ke makam yang baru, Joko menjelaskan kijing yang di makam lama tidak akan digunakan.
Hal ini lantaran makam diusung dengan konsep yang lebih baik agar tidak menjadi angker.
"Jadi tanah saja lalu nanti akan ada rumputnya. Untuk masa depan juga karena kalau pakai kijing samping-sampingnya tidak bisa dipakai," terangnya ditemui di sela-sela proses pemindahan.
Joko menyebut, tidak ada tantangan khusus dalam pemindahan kali ini. Prosesi juga telah diawali dengan acara selametan di Semarang maupun bedah bumi di lokasi bersama para ahli waris.
Rencananya pemindahan dikerjakan lima hari hingga seminggu ke depan. "Setengah hari pertama ini kami sudah ada 60 jenazah. Kami urutkan dari yang sepuh," kata Joko.
Menurutnya, jenazah paling tua yang ditemukan sekitar 1800an. Hanya saja belum diketahui pasti identitas jenazah ini.
Khusus makam sesepuh ini, kijing akan tetap dipindah ke makam baru karena dinilai sudah jadi cagar budaya.
Lurah Tirtoadi Mardiharto menjelaskan, pemindahan ini sudah disepakati oleh seluruh ahli waris.
Dia mengatakan baik lokasi lama maupun lokasi baru masuk dalam tanah kas desa.
Untuk lokasi baru, dulunya merupakan sawah terasering seperti jurang sehingga sebelum digunakan dilakukan proses urug terlebih dahulu.
Termasuk membangun talud beton karena berbatasan dengan Sungai Konteng.
Mardiharto menilai, makam baru ini memiliki fasilitas yang memadai. Mulai dari sumur, listrik, gudang, hingga keranda.
Dana ini diperoleh dari biaya relokasi tol yang totalnya mencapai sekitar Rp 3,2 miliar. Usai relokasi berakhir warga juga berencana mengadakan selametan berupa pementasan wayang.
"Sekarang jadi lebih bagus. Termasuk enggak pakai kijing jadi semuanya setara mau pejabat atau masyarakat makamnya sama," tuturnya. (del/pra)
Editor : Winda Atika Ira Puspita