YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Sleman (DIY) serta Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) masih tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 30 November 2025 pukul 00:00–24:00 WIB, Merapi tercatat berada pada Level III (Siaga).
Kondisi Meteorologi:
- Cuaca: cerah hingga mendung
- Angin: tenang, bertiup ke arah barat dan timur
- Suhu udara: 16,8–24,5 °C
- Kelembaban: 78,2–99 %
- Tekanan udara: 873,1–918,3 mmHg
Visual Gunung:
Gunung terlihat jelas dengan kabut tipis hingga sedang. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih, intensitas tebal, dan mencapai tinggi sekitar 50 meter di atas puncak.
Data Kegempaan:
- Awan Panas Guguran: 1 kali (amplitudo 15 mm, durasi 133,71 detik)
- Guguran: 95 kali (amplitudo 2–43 mm, durasi 57,28–197,85 detik)
- Hybrid/Fase Banyak: 63 kali (amplitudo 2–30 mm, durasi 7,45–55,91 detik)
- Tektonik Jauh: 2 kali (amplitudo 8–9 mm, durasi 76,9–109,25 detik)
Selain itu, teramati 6 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Rekomendasi BPPTKG:
1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya (Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km).
2. Sektor tenggara meliputi Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol maksimal 5 km.
3. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
4. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.
5. Waspada lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan.
6. Antisipasi gangguan abu vulkanik dari erupsi Merapi.
7. Tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan.
Laporan ini disusun oleh KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia dan kanal Media Sosial PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin