Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merapi Status SIAGA 27 November 2025: Guguran Lava Meluncur 1.800 Meter, Waspada 7 Km dari Puncak!

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 27 November 2025 | 21:12 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berstatus Level III (Siaga) masih menunjukkan intensitas tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya guguran lava yang signifikan serta peningkatan kegempaan dalam periode pengamatan 26 November 2025 (00:00-24:00 WIB).

Laporan resmi dari MAGMA-VAR menegaskan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung, menjadi pemicu utama potensi bahaya guguran lava dan awan panas.

Dalam 24 jam pengamatan, Merapi yang puncaknya setinggi 2968 mdpl ini menunjukkan aktivitas berikut:

1. Guguran Lava Teramati: Terjadi 9 kali guguran lava yang mengarah ke sektor Barat Daya (Kali Krasak).

2. Jarak Luncur: Guguran lava memiliki jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

3. Kegempaan Tinggi: Tercatat lonjakan pada gempa internal, yaitu 68 kali gempa Guguran dan 68 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.

Angka ini mengindikasikan pergerakan magma, batuan, dan fluida di dalam tubuh gunung.

4. Visual: Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian 100 meter di atas puncak.

Daerah Potensi Bahaya dan Rekomendasi Resmi BPPTKG:

Dengan status Level III (Siaga), BPPTKG mengeluarkan rekomendasi tegas yang wajib dipatuhi masyarakat di sekitar lereng Merapi, yang meliputi Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.

Potensi bahaya utama Merapi saat ini adalah guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sektor-sektor berikut:

Selatan-Barat Daya sejauh 7 km (meliputi Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng). Selatan-Barat Daya sejauh 5 km (Sungai Boyong). Tenggara sejauh 5 km (Sungai Gendol). Tenggara sejauh 3 km (Sungai Woro).

Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar dan APG, terutama saat terjadi hujan deras di sekitar kawasan puncak, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Erupsi Merapi #Kabupaten Sleman #merapi erupsi #lava pijar