BUKAN hanya warga Sleman yang berbelanja di Pasar Godean. Pasar rakyat itu bahkan sudah sejak lama menjadi jujugan masyarakat wilayah sekitar Kulonprogo dan Magelang bagian selatan.
Lokasinya yang strategis menjadikan Pasar Godean sebagai pusat perputaran ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Sleman. Terlebih dengan penataan infrastruktur dan bangunan yang lebih modern.
Usai melakukan inspeksi keliling bangunan baru Pasar Godean pekan lalu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sleman Shodiqul Qiyar SIP sangat apresiatif.
Lingkungan pasar lebih kondusif dari sebelumnya. Lebih bersih dan rapi. Politikus Partai Gerindra itu juga menyempatkan berdialog dengan beberapa pedagang. Untuk menggali informasi, sejauh mana kesan mereka tentang penataan ulang pasar.
“Setelah pindah ke sini lagi penjualan meningkat. Omzet bagus,” ungkap Qiyar menyitir pernyataan salah seorang pedagang di lantai satu.
Qiyar mengaku salut dengan semangat para pedagang. Menurutnya, semangat pedagang harus terus dipupuk dalam rangka mewujudkan ekonomi kreatif di wilayah barat Kabupaten Sleman. Khususnya di Kapanewon Godean dan sekitarnya.
Dukungan masyarakat selaku konsumen sangat diperlukan. Sehingga terjadi kolaborasi yang baik antara pedagang dan pembeli.
Qiyar meyakini, bangunan baru Pasar Godean lebih nyaman dan aman untuk bertransaksi. Maka dia mengimbau masyarakat berbelanja kebutuhan harian ke Pasar Godean. Supaya perputaran ekonomi rakyat meningkat.
Kendati demikian, Qiyar meminta pemerintah daerah lebih gencar mempromosikan Pasar Godean baru.
Terutama sosialisasi komoditas apa saja yang dipasarkan di tiap lantai. “Itu usulan pedagang. Supaya dagangan laris. Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait,” ujar Qiyar.
Terkait infrastruktur, Qiyar mendapati ada beberapa titik atap bocor. Namun sudah dilakukan perbaikan. “Pasar sudah kembali ditempati oleh pedagang. Itu berarti infrastruktur sudah layak,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Godean, Tatik (45), mengaku senang bisa kembali ke pasar induk. Dia mengenang betapa penuh perjuangan untuk bisa kembali ke pasar tiga lantai itu.
Mulai harus berpindah ke pasar transit, lalu geser ke pasar relokasi, dan baru bisa kembali boyongan ke Pasar Induk Godean. Dia mengaku lega karena bisa mendapatkan lapak baru yang lebih nyaman.
"Alhamdulillah juga dapat tempat strategis. Jadi waktu itu lewat undian yang dibuat seperti ambil kupon," katanya.
Perempuan paro baya yang sehari-hari berjualan buah ini mengapresiasi fasilitas pasar yang telah direnovasi menjadi sangat baik. Kamar mandi maupun tempat ibadah juga bersih. Bangunannya juga terlihat modern.
“Semoga jualannya lancar. Terus dari pemerintah bisa membantu agar semua bahan terjangkau jadi ramai pembelinya," sambungnya.
Tatik setiap hari berjualan sejak setelah subuh hingga pukul 17.00. Dia berharap, ke depan Pasar Godean bisa jadi jujugan masyarakat dan jualannya semakin laris. Sehingga pendapatan pedagang bertambah dan lebih sejahtera. (del/yog)
Siap Operasional 24 Jam Penuh
Kepala UPT Pelayanan Pasar Wilayah I, Robertus Esthi Raharja menilai, geliat jual beli di Pasar Godean sudah mulai kembali sama seperti sebelum direnovasi. Pedagang, khususnya tlasaran, mulai datang sejak pukul 00.00.
Puncak ramainya usai subuh. Kegiatan berdagang ini bahkan masih berlangsung selepas zuhur. "Jadi sudah mau sore masih ada yang berkenan jual dagangannya. Saya menilai ini sesuatu yang positif. Keramaiannya melebihi ekspetasi saya secara personal," jelasnya.
Robertus mengklaim, Pasar Godean siap beroperasi selama 24 jam penuh untuk mengakomodasi kegiatan para pedagang.
Penataan para pedagang di tiap lantai juga telah disesuaikan dengan komoditas masing-masing. Lantai satu, misalnya. Untuk penjualan daging. Sedangkan kelontong berada di lantai dua. Penempatan pedagang dilakukan lewat proses pengundian agar adil.
Dia memastikan seluruh pelayanan keamanan, kebersihan, termasuk petugas mekanikal selalu siap melayani keluhan pedagang.
Disinggung soal infrastruktur, dia mengatakan segala kekurangan terus dilakukan perbaikan. Dari pedagang sendiri sudah mengetahui kondisi ini dan mereka juga tidak merasa keberatan lantaran kekurangan yang ada hanya minor saja.
Fasilitas parkir juga dinilai telah memadai. Sebelum operasional telah dilakukan uji coba langsung oleh pedagang untuk mengangkut kebutuhan dari gedung parkir menuju ke dalam pasar lewat jembatan penghubung. Proses ini dinilai tetap mudah dengan adanya fasilitas lift maupun troli.
Saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman fokus menarik minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar Godean. Beberapa ajang promosi sudah pernah diselenggarakan.
Ada lomba foto. Bahkan sampai mengundang anak sekolah untuk belajar mengenai bumbu-bumbu dapur.
Menurut Robertus, strategi promosi telah disiapkan. Dengan menyusun tim media sosial. Layanan dan gedung yang lebih modern menjadi nilai tambahnya. Narasi yang dibuat juga akan mencerminkan kebersamaan para pedagang yang solid dan luar biasa. “Pasar Godean tidak akan kekurangan konten,” ucapnya.(del/yog)
Editor : Bahana.