SLEMAN - Jumlah ternak yang masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang Gamping mengalami penurunan. Kondisi ini memengaruhi retribusi yang mestinya dipenuhi sehingga petugas perlu melakukan diversifikasi usaha.
Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang Yuda Andi Nugroho menyebut, target retribusi UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan sebesar Rp 200 juta. Sementara pada 2026, target naik menjadi Rp 250 juta.
Hanya saja, target itu sulit dipenuhi. Karena jika sebelumnya pada hari-hari biasa, jumlah ternak yang masuk sekitar 400 ekor. Namun, kini hanya 200 ekor saja. Dari jumlah tersebut yang terjual hanya sekitar 30 persen.
Dia mencontohkan, untuk sapi yang masuk dikenai retribusi Rp 4.000. Jika terjual ditambah Rp 4.000. Biaya ini belum ditambah jika ingin dilakukan penimbangan ternak maupun pengecekan kebuntingan.
"Sekarang yang masuk banyak pedet atau betina. Kalau yang besaran enggak banyak, biasanya keluar kalau mau kurban," lontarnya saat ditemui Pasar Hewan Ambarketawang Rabu (26/11).
Baca Juga: Profil dan Polemik Gus Yahya Cholil Staquf di PBNU — Dipecat Syuriyah, Ini Respons Tegasnya
Yuda mengatakan, kondisi ini bisa terjadi karena tidak ada momen untuk menaikkan volume penjualan. Terlebih, komoditas daging tidak serta-merta harus dari hasil pemotongan sapi lokal. Bisa berasal dari impor daging.
Dia juga menyinggung kurangnya regenerasi sehingga jumlah peternak maupun ternaknya menurun.
"Dampak penyakit mulut dan kuku juga masih terasa. Saat itu banyak yang mati dan memang penjualan juga ngedrop," katanya.
Baca Juga: DLH Ungkap 60 Persen Jalur Hijau di Kota Jogja Belum Optimal, Ini Penyebabnya
Dia mengaku, upaya memperketat keamanan setiap ternak yang masuk sudah dilakukan, yakni dengan dengan penyemprotan disinfektan. Harapannya peternak serta pembeli bisa merasa aman dan nyaman.
Kini, petugas sedang mencoba agar tidak hanya bergantung pada sapi maupun kambing yang masuk pasar saja. Oleh karena itu, lomba burung maupun kontes ayam terus digencarkan. Harapannya ke depan bisa terus berkembang dan menjadi pasar tersendiri.
"Harapan kami bisa memenuhi target meski cukup kesulitan," katanya.
Baca Juga: Bansos Dikurangi, Mamin Rapat Bupati dan DPRD Dibiarkan
Sementara itu, salah satu penjual sapi Rohmadi mengaku, datang dengan membawa dua sapi ke pasar yang buka tiap Pahing ini. Sejak pukul 06.00 hingga 11.00 baru laku satu dan rencananya akan dibawa pulang."Saya biasanya jual pedet, metal, limosin. Sekarang memang tidak terlalu ramai," sebut peternak asal Bantul ini. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita