Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivitas Gunung Merapi 22 November: Guguran Lava Masih Dominan, Status Level Siaga (III) Dipertahankan

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 23 November 2025 | 16:14 WIB
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

​SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan dinamika tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang dirilis melalui MAGMA-VAR, status aktivitas Gunung Merapi per periode pengamatan 22 November 2025, pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, tetap berada di Level III (Siaga).

​Kegempaan dan Guguran Lava Merapi Meningkat

​Data visual dan seismik menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung, yang berpotensi memicu bahaya awanpanas guguran (APG).

​Guguran Lava: Teramati total 105 kali gempa guguran dengan durasi terlama mencapai 199.19 detik. Selain itu, dilaporkan terjadi 22 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km). Arah luncuran terpantau ke sektor barat daya, yaitu Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.

​Gempa Hibrid: Gempa Hibrid/Fase Banyak tercatat sebanyak 64 kali, mengindikasikan pergerakan fluida vulkanik di dalam tubuh Merapi.

​Visual: Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, setinggi 10 hingga 150 meter di atas puncak kawah.

​Rekomendasi BPPTKG: Waspadai Zona Bahaya Awanpanas

​Dengan status Level Siaga (Level III), BPPTKG PVMBG menegaskan kembali area-area potensi bahaya dan imbauan kepada masyarakat:

​Zona Bahaya Guguran Lava dan Awanpanas:

​Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

​Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Ketua Komisi B DPRD Kebumen Saiful Anwar, Meniti Karier Politik dari Pojok Pesantren

​Bahaya Letusan Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

​Imbauan Utama: Masyarakat dilarang keras melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

​Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi juga diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar puncak. Selain itu, gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi.

​BPPTKG akan terus melakukan pemantauan intensif dan segera meninjau kembali tingkat aktivitas Gunung Merapi jika terjadi perubahan yang signifikan. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #awan panas guguran gunung merapi