SLEMAN - Kalurahan Sendangmulyo, Minggir, Sleman punya inovasi dalam pengendalian hama tikus. Sebab, lurah setempat mengajak para penghobi senapan angin atau sniper untuk membantu petani.
Lurah Sendangmulyo Budi Susanto mengatakan, pemerintah kalurahan rutin melaksanakan lomba menembak tikus dengan tajuk Berburu Tikus Bersama Pak Lurah. Langkah tersebut sukses mengurangi serangan hama tikus yang kerap meresahkan para petani.
Program yang diinisiasinya juga secara aktif melibatkan komunitas penembak senapan angin. Sehingga selain menjadi ajang untuk berburu hama, juga sebagai wadah silaturahmi bagi pecinta kegiatan menembak. “Berburu Tikus Bersama Pak Lurah merupakan wujud kolaborasi antara hobi, petani, dan pemerintah desa dalam mengatasi hama tikus,” ujar Budi kepada Radar Jogja, Jumat (21/11).
Dia mengakui, tikus memang menjadi salah satu permasalahan yang kerap dihadapi oleh para petani di Sendangmulyo. Bahkan lahan padi milik petani sempat mengalami gagal panen karena hama tikus tidak teratasi
Perihal pemanfaatan hasil buruan, Kalurahan Sidomulyo juga bekerjasama dengan lembaga terkait untuk menjadikan bangkai tikus hasil buruan sebagai pupuk organik. Sehingga tikus yang terkumpul tidak sia-sia, tetapi bisa memberikan manfaat lain bagi pertanian. “Metode pengendalian hama tikus dengan senapan angin juga lebih ramah lingkungan, karena tidak meninggalkan residu berbahaya di lahan persawahan seperti bahan kimia,” jelasnya. (inu/pra)