Sleman, Yogyakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa status aktivitas Gunung Merapi (2968 mdpl) masih berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan 19 November 2025, pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, teramati guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. Guguran lava tersebut terarah ke sejumlah sungai: Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun Masalah Sampah di Kota Jogja Belum Selesai, Legislatif : Wajah Retak Pariwisata
Secara visual, gunung dilaporkan terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas sedang, dan memiliki tinggi 25–50 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa guguran dan Hybrid/Fase Banyak, yang mengindikasikan suplai magma masih berlangsung. Terjadi kegempaan Guguran 79 kali; Hybrid/Fase Banyak 63 kali; kegempaan Vulkanik Dangkal 1 kali.
PVMBG menegaskan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sektor:
Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Tenggara: Meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Kepada masyarakat, PVMBG merekomendasikan hal-hal berikut:
Tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Mewaspadai bahaya lahar dan APG terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Sumber data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, BPPTKG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin