SLEMAN - Peran ayah sama pentingnya dengan ibu dalam mengasuh anak. Keterlibatannya berpengaruh besar bagi perkembangan emosional, sosial, dan kognitif sang buah hati. Latar belakang itulah yang mendorong Lembaga Keluarga Kita menggulirkan kegiatan bertajuk “Main Sama Bapak”.
Dalam acara itu para ayah bersama anak-anaknya diajak bermain bersama. Mulai dari bernyanyi, berjoget hingga menyusun puzzle. Sedangkan ibu-ibunya diberikan sesi khusus di ruang terpisah bertema “Me Time”. Para ibu berbagi cerita untuk bisa saling mendukung.
“Main Sama Bapak sebagai upaya memfasilitasi orang tua belajar. Terutama, ayah yang didorong terlibat dalam pengasuhan lewat bermain bersama,” ujar Direktur Keluarga Kita Siti Nur Andini di sela acara yang diselenggarakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM Minggu (16/11).
Andini menjelaskan, peran ayah yang optimal bisa meningkatkan kepercayaan diri. Bahkan dapat meminimalkan perilaku negatif anak di masa mendatang. "Kami ingin memberi tahu bapak-bapak kalau main sama anak seseru itu dan dampaknya luar biasa. Harapannya, bisa membuat ketagihan. Bisa diulang di rumah," ajaknya.
Permainan yang dibuat disesuaikan dengan usia anak. Ada dua katagori. Pertama, usia 3 hingga 7 tahun. Kedua, umur 8 sampai 10 tahun. Andini mencontohkan, permainan tiup bola dapat memberikan banyak stimulasi motorik.
Utamanya, kemampuan berbicara dan berbahasa. Begitu pula dengan berjoget. Mampu mendorong motorik kasar dan motorik halus. “Ini penting bagi tahap perkembangan anak,” terang dia.
Dia memahami tidak ada keluarga yang sempurna. Sesuai tagline Keluarga Kita, tak ada orang tua yang sempurna. Bisa jadi ayah mesti bekerja di lokasi yang jauh, sudah meninggal, atau justru sudah berpisah. Namun, figurnya tetap bisa dihadirkan melalui sosok yang lain. Misalnya, kakek atau paman. "Kalau ingin tumbuh optimal, harus kerja barengan karena pengasuhan anak urusan bersama," katanya.
Andini lebih jauh bercerita program Main Sama Bapak juga digelar di beberapa kota lain, seperti Palembang, Makassar, Manado, serta Semarang. Kegiatan dibuat masif sebagai bagian dari peringatan Hari Ayah Nasional 12 November lalu. "Hari ini ada 165 keluarga yang ikut. Antusiasme peserta di Jogja cukup tinggi," katanya mengapresiasi.
Salah satu peserta acara, Abicandra mengaku seru selama mengikuti program Main Sama Bapak ini. Banyak anak dan ayah dari sejumlah keluarga ikut serta. Mereka bisa saling berkenalan dan bersosialisasi. “Ikut partisipasi mumpung hari libur. Soalnya kalau di luar Minggu, hari-hari kerja. Ini jadi tantangan untuk membagi waktu," Abicandra. (del/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita