Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Erupsi: Terjadi 2 Kali Awan Panas Guguran (APG) dan 69 Gempa Guguran dalam Sehari, Status Tetap Siaga (Level III)

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 13 November 2025 | 21:37 WIB
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang.   (BPPTKG)
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berstatus Siaga (Level III) masih menunjukkan dinamika tinggi.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api (MAGMA-VAR) yang dirilis Badan Geologi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk periode pengamatan 12 November 2025, teramati dua kali kejadian Awan Panas Guguran (APG) dan puluhan gempa guguran.

Pada hari tersebut, Gunung Merapi tercatat mengalami dua kali Awan Panas Guguran (APG).

Salah satu kejadian penting terekam pada: Pukul 19:33 WIB; Jarak Luncur Estimasi: 1.500 meter; Arah Luncur: Barat daya, menuju hulu Kali Krasak; Durasi: 101.3 detik.

Laporan harian mencatat total dua kali APG teramati dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter ke arah Kali Krasak.

Secara keseluruhan, aktivitas seismik Gunung Merapi pada 12 November 2025 didominasi oleh gempa guguran dan hibrida, mengindikasikan suplai magma ke permukaan masih berlangsung.

Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 69 kali, dengan durasi terlama mencapai 231.48 detik.

Awan Panas Guguran (APG) Terjadi 2 kali.

Hybrid/Fase Banyak: Terjadi 68 kali.

Guguran Lava: Teramati 12 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.

Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal hingga tipis, mencapai ketinggian 10-20 meter di atas puncak kawah.

Kondisi cuaca pada hari pengamatan bervariasi antara cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Saat ini, Tingkat Aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III (Siaga).

Badan Geologi PVMBG kembali menegaskan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat:

1. Potensi Bahaya: Berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng) sejauh maksimal 7 km, dan sektor tenggara (Sungai Woro dan Gendol) sejauh maksimal 5 km.

Lontaran material vulkanik eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Kewaspadaan: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan harus mewaspadai bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan lebat di sekitar puncak.

3. Antisipasi Abu: Masyarakat diminta mengantisipasi potensi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.

Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Kabupaten Sleman #guguran lava