SLEMAN - Layanan kesehatan yang baik turut jadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satunya diwujudkan dengan pembangunan gedung baru RSUD Sleman untuk layanan jantung maupun stroke.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Sukarmin menjelaskan, saat ini masih dilakukan penyempurnaan desain dengan konsultasi langsung pada Kementerian Kesehatan. Salah satu yang jadi perhatian adalah penyempurnaan sarana dan prasarana proteksi kebakaran.
"Ini penting untuk menuju rumah sakit yang memenuhi standar apabila dilakukan akreditasi. Desain terus diperbaiki," beber Sukarmin saat ditemui di ruangannya, Selasa (11/11).
Proses pembangunan akan mulai dilakukan pada 2026. Dia memastikan tidak akan ada penundaan meski saat ini tengah ramai isu mengenai pemangkasan dana transfer ke daerah.
Skemanya sendiri, lanjutnya, dilakukan multiyears. Bisa 2026-2027 atau 2026-2028, menyesuaikan kemampuan anggaran. Dana sendiri berasal dari APBD yang ditambah dengan pinjaman di Bank BPD.
"Untuk pembangunan multiyears pasti harus persetujuan dewan dan terencana. Nanti juga perlu lelang konsultan manajemen konstruksi sekitar dua bulan," tambahnya.
Sukarmin juga bercerita bahwa gedung yang baru ini akan terdiri dari lima lantai. Ada perubahan dari rencana awal dahulu yang hanya berupa tiga lantai. Harapannya nanti pelayanan kesehatan masyarakat di Bumi Sembada menjadi lebih optimal.
"Sampai saat ini kami masih intens berkomunikasi dengan direktur RSUD Sleman, Kementerian Kesehatan, maupun perencana bangunan," tambahnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita