SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya pada Rabu (12/11/2025) pagi dengan kejadian awan panas guguran sejauh 1.700 meter ke arah barat daya, tepatnya hulu Kali Krasak.
Menurut laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, awan panas terjadi pada pukul 07.35 WIB dengan amplitudo maksimal 9 mm dan durasi 125,2 detik.
Angin tercatat bertiup ke arah timur saat kejadian berlangsung.
Cuaca di sekitar Merapi terpantau mendung hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 21–24°C dan kelembapan 77–87%.
Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih terlihat tipis dengan tinggi sekitar 10 meter di atas puncak.
Selain satu kali awan panas guguran, juga tercatat 12 kali guguran biasa serta 14 kali gempa hybrid/fase banyak yang menunjukkan suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung.
Hingga kini, tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap di Level III atau Siaga.
PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km), serta di sektor tenggara meliputi Sungai Woro (3 km) dan Gendol (5 km).
PVMBG juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap bahaya lahar hujan dan abu vulkanik, terutama saat curah hujan tinggi di sekitar Merapi.
Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini aktivitas Merapi melalui kanal resmi:
Instagram: @badan.geologi; WhatsApp Channel: bit.ly/BadanGeologiWAChannel; Situs MAGMA Indonesia: https://magma.esdm.go.id
Laporan aktivitas ini disusun oleh Tri Mujiyanta dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin