Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Tiga Bulan Beroperasi, Lebih dari 900 Warga Bergabung di KDMP Tamanmartani, Ini Rahasianya

Zakki Mubarok • Rabu, 12 November 2025 | 04:37 WIB

PATUT DIAPRESIASI: salah satu unit usaha KDMP Tamanmartani tidak pernah sepi pembeli. Keberadaan KDMP mampu menyokong usaha warga sekitar.
PATUT DIAPRESIASI: salah satu unit usaha KDMP Tamanmartani tidak pernah sepi pembeli. Keberadaan KDMP mampu menyokong usaha warga sekitar.
RADARJOGJA - Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani mendapat respons positif dari warga sekitar. Meski, salah satu KDMP di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, itu masih menempati bekas selter Covid-19 yang dipinjamkan Kalurahan Tamanmartani.

Respons positif ditandai dengan banyaknya warga yang bergabung. Sejak beroperasi pada tanggal 16 Juni 2025 atau dalam tiga bulan terakhir, ada 947 warga yang terdaftar sebagai anggota.

"Itu daftar anggota per 19 September. Target kami 1.100 anggota dalam empat bulan pertama beroperasi," kata Ketua KDMP Tamanmartani Mawardi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11).

KDMP Tamanmartani menjalankan empat unit usaha. Yakni, sarana produksi pertanian (sarprotan), jual beli sembako, apotik dan klinik, serta simpan pinjam.

Dari empat unit usaha itu, Mawardi menilai, yang telah berjalan baik adalah sarprotan. Alasannya, KDMP mendapat dukungan PT Pupuk Indonesia untuk mendistribusikan berbagai jenis pupuk. Seperti NPK dan urea. KDMP juga mendistribusikan pupuk organik dengan bekerja sama kelompok tani (klomtan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Pupuk ini buatan klomtan dan gapoktan dan dititipkan kepada KDMP.

"Untuk pupuk subsidi kami KDMP telah mendistribusikan 80 ton pupuk kepada para petani," sebutnya.

Mawardi berpendapat empat jenis usaha KDMP Tamanmartani sebenarnya berpotensi menghasilkan profit signifikan. Hanya, potensi itu terkendala keterbatasan sumber modal.

Sejauh ini, sumber modal KDMP Tamanmartani hanya berasal dari iuran anggota sebesar Rp 100 ribu untuk simpanan pokok dan Rp 5 ribu untuk simpanan wajib per bulan.

Ia mengungkapkan, KDMP telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan tambahan modal. Salah satunya dengan mengajukan proposal pinjaman ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Namun, pengajuan sebesar Rp 1,5 miliar, hanya disetujui Rp 750 juta.

"Belum kami ambil. Karena belum mencukupi. Setidaknya butuh Rp1 miliar supaya bisa jalan," katanya.

Dara Ayu Suharto
Dara Ayu Suharto

Selain kendala permodalan, KDMP Tamanmartani juga mengalami kesulitan mendapatkan suplai dalam jumlah besar dari mitra.

Sebab, sebagian besar anggota KDMP Tamanmartani merupakan pelaku usaha. Baik toko kelontong maupun penjual makanan. Sehingga, kebutuhan bahan pokok dalam jumlah besar sangat tinggi. Sebut saja kebutuhan minyak goreng Minyakita. KDMP bisa menyalurkan hingga 100 kardus dalam seminggu.

Begitu pula kebutuhan tabung gas bersubsidi. KDMP membutuhkan sekitar 200 tabung gas per minggu. Hanya, saat ini baru tersedia 60 tabung gas per minggu.

Karena itu, Mawardi berharap para mitra bisa mendukung penuh operasional KDMP Tamanmartani.

"Kami harapannya sesuai dengan harapan Pak Presiden. Rekan-rekan BUMN harus betul-betul support. Jangan setengah-setengah. Kalau bantu ya bantu. Misalnya Bulog, dulu waktu pertama buka, support berapa pun kami beli. Tapi setelah berjalan, ketika kami minta lebih banyak malah tidak bisa," keluhnya.

Selain unit usaha sembako yang belum berjalan maksimal, Mawardi juga mengungkapkan bahwa unit usaha klinik dan apotek belum bisa beroperasi optimal karena masih menunggu regulasi dari dinas terkait.

Sejauh ini, KDMP sudah bekerja sama dengan Kimia Farma untuk pengadaan dan penjualan obat non-resep. Namun, regulasi baru mengharuskan koperasi memiliki apoteker sendiri. Sedangkan untuk mendatangkan tenaga apoteker membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Kami masih menunggu regulasi yang tepat. Dari Kimia Farma kan apotekernya boleh dari Puskesmas, tapi aturan yang baru mengharuskan apoteker mandiri dan itu berbayar. Sementara kami belum mampu membayar karena apoteker kan profesi khusus, biayanya cukup tinggi," tuturnya.

Untuk sementara, operasional klinik di KDMP Tamanmartani masih dibantu Puskesmas Pembantu. Dua hari dalam sepekan, tenaga medis puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti cek tensi.

Mawardi pun berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mendukung unit usaha klinik dan apotek di KDMP Tamanmartani.

"Puskesmas agak jauh dari permukiman. Jadi KDMPvberpotensi ramai selama dinkes mendukung," ucapnya.

KDMP Tamanmartani merupakan salah satu KDMP percontohan atau mock up. Seiring meningkatnya jumlah anggota dan pelaku usaha, KDMP Tamanmartani berpotensi berkembang pesat.

"Kalau tidak ditindaklanjuti dengan baik, kan, eman-eman. Pengurusnya juga kasihan. Sudah dipercaya, tapi tidak jalan maksimal. Jadi kalau support, ya, support tenanan (benar-benar mendukung)," pintanya.

Ia berharap keberadaan KDMP Tamanmartani dapat memberikan manfaat besar. Terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil. Sebab, keberadaan KDMP bisa mendorong roda perekonomian.

"Kebutuhan anggota jadi prioritas, karena bisa lebih mudah mendapat pupuk, minyak goreng, atau beras SPHP lewat koperasi. Tapi yang jadi kendala ya tetap di pemasoknya," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas mengapresiasi terobosan KDMP Tamanmartani dalam menyokong kebutuhan pelaku usaha kecil.

Menurutnya, keputusan lurah Tamanmartani untuk merekrut pengurus yang berpengalaman di bidang kewirausahaan membuat KDMP di wilayahnya sangat tepat. Alasannya, seluruh unit usaha KDMP tidak menyaingi bisnis warganya. Sebaliknya, justru mendukung dan memperkuat usaha kecil.

"Sejauh ini saya sepakat, ide untuk menyalurkan kebutuhan ke sekitar itu sangat baik. Intinya, KDMP Tamanmartani ini mendekatkan kebutuhan masyarakat," katanya.

Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Dara Ayu Suharto berharap aspirasi KDMP Tamanmartani dapat diserap agar koperasi tersebut bisa berjalan maksimal dan memperkuat ekonomi lokal. Terlebih, unit usaha yang dimiliki koperasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

"Koperasi tidak boleh mengganggu usaha yang sudah berjalan, tapi justru harus menguatkan ekonomi lokal. Seperti KDMP Tamanmartani yang membantu usaha-usaha kecil di sekitarnya," pujinya.

Dara pun mendorong pemerintah untuk mendukung penuh seluruh operasional KDMP Tamanmartani. Komisi B DPRD Sleman juga berkomitmen untuk menerima aspirasi dari pengurus KDMP. Mengingat, koperasi ini merupakan program dari pemerintah pusat.

"Kami siap mendengar keluhan-keluhan. Silakan konsultasikan ke kami. Kami siap menjembatani jika ada kendala," tambahnya. (*/zam)

 

 

Editor : Bahana.
#KDMP #Dara Ayu Suharto #Koperasi Desa