SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas signifikan. Pada periode pengamatan siang hingga sore ini, tercatat empat kali luncuran awan panas guguran.
Awan panas mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Selain itu, juga teramati dua kali guguran lava dengan jarak luncur 1.000 meter.
Selama enam jam pengamatan, gempa-gempa berikut terekam: Awan Panas Guguran: 4 kali; Guguran: 29 kali; Gempa Hybrid/Fase Banyak: 14 kali.
Data ini menunjukkan suplai magma dari dalam gunung masih terus berlangsung. Secara visual, cuaca cerah dan gunung terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati.
Status Gunung Merapi tetap di Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk sangat waspada.
Potensi bahaya utama saat ini adalah guguran lava dan awan panas guguran. Zona bahaya meliputi:
· Sektor Selatan-Barat Daya (Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng): jarak hingga 7 km.
· Sektor Tenggara (Sungai Woro dan Gendol): jarak hingga 5 km.
· Lontaran material vulkanik: radius 3 km dari puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG memberikan rekomendasi tegas:
1. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya.
2. Waspadai bahaya lahar, terutama saat hujan di sekitar Merapi.
3. Antisipasi gangguan abu vulkanik dari kemungkinan erupsi.
Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status gunung akan segera ditinjau kembali. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari sumber terpercaya.
Laporan ini disusun oleh Susanta dan Yulianto dari BPPTKG. Data bersumber dari portal MAGMA ESDM. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin