Kapolsek Berbah AKP Dwi Daryanto menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.20.
Berdasarkan keterangan dari masinis yang didapat, saat itu KA 81 Sancaka akan melintas di km 156+5/6. Bersamaan dengan itu ada pejalan kaki yang berjalan searah dengan berjalannya KA.
Masinis sudah membunyikan semboyan 35 atau klakson kereta api berulang - ulang, tetapi karena jarak sudah terlalu dekat terjadilah temperan.
"Korban terpental ke sungai di bawah jembatan rel KA dalam keadaan tewas," terangnya dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (9/11).
Dwi juga menyebut bahwa saksi yang lain juga membenarkan bahwa korban terjatuh ke tepi sungai setelah tertemper kereta api yang melaju dari timur.
Pemerintah kalurahan sudah mengumumkan kejadian ini dan ciri-ciri korban. Di antaranya, laki-laki usia sekitar 65 tahun, kulit sawo matang, rambut hitam, tinggi 173 cm, menggunakan kaus coklat lengan pendek, celana panjang warna hitam, dan bersandal jepit warna ungu.
"Namun, hingga saat ini identitas korban belum teridentifikasi," tambahnya.
Dwi menambahkan, Polsek Berbah telah membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara. Untuk nantinya dilakukan identifikasi dan perawatan mayat. (del)
Editor : Bahana.