SLEMAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman mencatat makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang terbuang mencapai 6,7 ton per hari.
Meski begitu, sisa makanan tersebut tidak memengaruhi biaya yang disalurkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah SPPG Sleman Hening Sucahya menjelaskan, di Bumi Sembada saat ini terdapat 67 SPPG yang beroperasi.
Setiap satuan rata-rata menyisakan 60 hingga 100 kilogram makanan per hari. Jika ditotal, jumlah makanan yang tak habis bisa menembus 6,7 ton setiap harinya.
“Penanganan sisa program MBG berfokus pada pemilahan dan pengolahan kembali melalui sistem ekonomi sirkular,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (7/11/2025).
Dia menjelaskan, sisa makanan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pakan ternak, seperti maggot, ikan, dan ayam. Ada pula yang diolah menjadi bahan kompos dan biogas.
Hening menegaskan, sisa makanan yang tidak dikonsumsi ini penting untuk tetap dibiarkan pada ompreng sebagai data evaluasi.
Dalam hal ini SPPG akan menimbang berapa banyak sisa makanan pada pendistribusian hari itu.
"Jadi tidak boleh dibawa pulang untuk mengetahui penyebab sisa makanan," katanya.
Sementara itu, PIC MBG SMPN 3 Sleman Danu Mukti menjelaskan, program MBG di sekolahnya berjalan lancar.
Sementara terkait sisa makanan umumnya berupa sayuran yang kadang siswa enggan memakannya.
Sementara untuk sisa makanan utuh hanya berasal dari siswa yang ternyata tidak berangkat ke sekolah.
"Jadi hanya sesekali saja ada yang menolak karena enggak selera lalu hanya mengambil susunya saja," kata laki-laki yang juga merupakan guru BK ini.
Baca Juga: Wujudkan Sleman Dalane Alus, DPUPKP Sleman Punya Tim Khusus untuk Cari dan Tambal Jalan Berlubang
Hal senada diungkapkan Waka Kesiswaan SMPN 2 Mlati Rita Supriyatmi. Dia menjelaskan dari 457 siswa rata-rata yang tidak mengonsumsi MBG ada sekitar 50 orang. Ada juga yang hanya mengambil buah atau susunya saja.
"Nantinya seluruh makanan sisa ini akan dikembalikan pada SPPG lagi," katanya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita