Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Realisasi Investasi Pemkab Sleman Capai Rp 4,2 Triliun dengan Pertambahan Tenaga Kerja 8.527 Orang

Delima Purnamasari • Jumat, 7 November 2025 | 03:23 WIB

 

Jumpa pers Pemkab Sleman soal nilai investasi dan serapan tenaga kerjanya.
Jumpa pers Pemkab Sleman soal nilai investasi dan serapan tenaga kerjanya.
SLEMAN - Nilai investasi Pemkab Sleman pada triwulan ketiga tahun 2025 tercatat mencapai Rp 4,21 triliun. Angka ini mencapai 162,83 persen dari target yang ditetapkan, yakni Rp 2,5 triliun. Investasi ini diklaim menambah 8527 orang tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman Triana Wahyuningsih menjelaskan, penyumbang terbesar investasi ini ada berbagai bidang. Mulai dari sektor transportasi, pergudangan, industri, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

"Kami telah memiliki forum bisnis matching untuk menjaring investor. Di dalamnya terdapat kajian bersama dengan para akademisi," terangnya kepada wartawan di Ruang Rapat Merti Bumi, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, ada berbagai investasi prioritas di Bumi Sembada. Pertama, kawasan Watu Payung Sambirejo yang digunakan untuk pengembangan lokasi wisata baru di daerah Candi Ijo, Tebing Breksi. Baik itu untuk penginapan maupun pusat kerajinan dengan luas 7.800 meter persegi.

Kedua, kawasan wisata buatan berbasis alam Sendangarum yang menyediakan berbagai usaha jasa pariwisata dengan luas 40.000 meter persegi. Baik itu untuk penginapan, rumah makan, hingga area olahraga.

Ada pula Kampoeng Wisata Sumberagung dengan luas 40.400 meter persegi. Baik itu untuk pujasera, plaza, hingga edupark. Terakhir ada Greenhouse Sumberrahayu dengan luas 20 ribu meter persegi. Dengan fasilitas restoran, spot foto, hingga taman bermain.

Meski demikian ada berbagai tantangan investasi di Sleman. Salah satunya, sebagian besar wilayahnya untuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Selain itu, cagar budaya dan kawasan rawan bencana. Total luas wilayahnya mencapai 57.482 hektare. "Juga tidak memiliki kawasan ekonomi khusus sehingga luas lahan untuk investasi skala besar terbatas dan harga tanah relatif mahal," tambahnya.

Sementara itu, pengelola Wisata Tebing Breksi Kholiq Widiyanto berharap, dengan adanya investasi di wilayahnya kawasan wisata bisa semakin ramai. Selain itu, kesempatan lapangan pekerjaan bisa semakin banyak.

"Kami mengusulkan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya manusia lokal sesuai kemampuan kompetensi warga," tambahnya. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#realisasi #tebing breksi #Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan #candi ijo #LP2B #Pertambahan Tenaga Kerja #Kholiq Widiyanto #investasi #dpmptsp #Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) #Pemkab Sleman #Bumi Sembada #dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu #Matching #Kampoeng Wisata Sumberagung #Watu Payung Sambirejo