Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kala Raja Jogja Bercengkerama dengan Siswa Sekolah Rakyat, Beri Wejangan dan Semangati untuk Giat Belajar

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 6 November 2025 | 22:37 WIB

Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Jogja sedang bercengkerama dengan para siswa SMRA 20 Sleman, Kamis (11/10/2025).
Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Jogja sedang bercengkerama dengan para siswa SMRA 20 Sleman, Kamis (11/10/2025).


SLEMAN - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamengku Buwono (HB) X  mengunjungi  siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman untuk pertama kalinya, Kamis (11/6/2025).

Dalam kunjungannya itu, ia bercengkerama hangat dengan para siswa dan memberikan beberapa wejangan untuk menyemangati siswa dalam mengenyam pendidikan. 

"Kalian sekolah yang rajin, jangan dolanan (main-main)," ujar HB X saat bertemu dengan para siswa. 

Kebetulan, kunjungan dilakukan pada saat makan siang.

Rombongan pun bergabung untuk ikut bercengkrama sembari menyaksikan para siswa makan siang.

Di dalam ruang makan, para siswa yang meneganakan seragam dominan merah khas siswa SR duduk meja bundar yang terbagi di beberapaa titik. 

Dalam perbincangan yang hangat, HB X menanyakan satu-satu rumah para siswa.

Ada sekitar lima orang siswa dalam satu meja. 

"Iki rumahnya mana?" tanya HB X sembari melempar senyum kepada para siswa. 

Tak hanya itu, bahkan ia bisa makan semeja dengan para tokoh tersebut.

"Ya ga nyangka, kami beruntung dan bisa buat cerita-cerita besok," ujarnya. 

Ia mengatakan para tokoh yang datang pada intinya menyemangati agar belajar dengan sungguh.

Selain itu, mereka diminta untuk tidak berkecil hati walaupun berasal dari keluarga yang kurang mampu. 

"Kami diminta untuk membuktikan terutama kepada orang tua supaya sukses di masa depan dan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga," bebernya. 

Randi saat ini duduk di bangku kelas 10 SRMA 20 Sleman.

 Baca Juga: Sakit Hati Cinta Ditolak, Motif Pelaku Pembunuhan Perempuan di Gamping, Tanpa Pikir Panjang Nekat Membunuh

Selama satu tahun menempuh pendidikan di sana, ia merasa nyaman dan betah karena lingkungan dan teman-temannya yang mendukung.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan tahun ini sekolah rakyat telah beroperasi di seluruh daerah di Indonesia dengan total sebanyak 166 titik.

Kehadiran sekolah rakyat menjadi sentral atau episentrum dan jantung dari pengentasan kemiskinan.

Mereka yang bersekolah di sana dipastikan berasal dari keluarga yang tidak mampu.

"Terdata dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang berada di desil satu dan desil dua atau disebut miskin atau miskin ekstrem," ujarnya.

Misal dengan menjadikan anggota Koperasi Desa Merah Putih maksimal lima tahun dan mendapatkan jaminan kesehatan dan bantuan sosial.

"Rumahnya akan diperbaiki lewat program 3 juta renovasi dan pembangunan rumah tidak layak huni dari Presiden," tuturnya

Siswa SR juga dijamin kebutuhannya karena menganut model pendidikan asrama.

Mereka mendapatkan makan tiga kali sehari dan dua kali makanan ringan.

Diharapkan lulusan SR bisa ikut membantu untuk mensejahterakan keluarganya.

"Keluarganya mentas dari kemiskinan, menjadi keluarga yang lebih mandiri, menjadi keluarga yang lebih berdaya," terangnya.

Setelah Lulus, para alumni SR juga akan diberi pilihan yakni melanjutkan sekolah, bekerja atau mendirikan usaha. (oso)



Editor : Iwa Ikhwanudin
#HB X #Hamengku Buwono X #Sekolah Rakyat #Raja Jogja