Peristiwa yang melibatkan satu mobil dan dua sepeda motor ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan enam orang luka-luka.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol. Ihsan menjelaskan, peristiwa ini masih dalam tahap investigasi dan penyelidikan kepolisian bersama dengan PT KAI.
Ihsan membenarkan bahwa berdasarkan kronologi yang didapat dari para saksi palang kereta api tidak menutup.
"Saksi melihat bahwa salah satu palang sebelah utara tidak tertutup pada saat peristiwa terjadi," terangnya ditemui di Stadion Maguwoharjo, Rabu (5/11).
Meski demikian, penyebab pasti palang ini tidak menutup masih didalami.
Termasuk apakah ada kemungkinan kelalaian atau tidak.
Untuk saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Baik itu dari penjaga palang maupun saksi mata di lapangan.
"Penyebab palang ini jadi bagian pendalaman kami. Tentu kami akan komunikasi dengan PT KAI terkait ini," tambahnya.
Ihsan menjelaskan, berdasarkan laporan kronologi yang didapat, peristiwa berawal dari saksi yang mendengar adanya suara kereta api melintas.
Saat di perlintasan pos 320 KM jalur hilir dari arah timur tiba-tiba terdengar benturan keras.
Setelah dicek ternyata terdapat kendaraan yang tertabrak kereta api tidak jauh dari palang.
"Saksi dan petugas mengevakuasi korban karena yang paling utama untuk ditangani. Saat ini masih ada yang menjalani perawatan di rumah sakit," katanya. (del)
Editor : Bahana.