SLEMAN – Gunung Merapi, yang berlokasi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Pada periode pengamatan 3 November 2025, gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dilaporkan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sebanyak dua kali dan juga terjadi lebih dari seratus kali gempa guguran.
Peringatan dan Rekomendasi untuk Masyarakat. Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rekomendasi resmi dari pihak berwenang.
Beberapa poin penting rekomendasi saat ini adalah:
Potensi Bahaya:
Guguran lava dan awan panas berpotensi terjadi di sektor selatan-barat daya (Kali Boyong maksimal 5 km, Kali Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km) dan sektor tenggara (Kali Woro maksimal 3 km, Kali Gendol 5 km).
Baca Juga: Program KTP Pemula di Magelang Tembus Target, Tinggal Tujuh Pelajar Belum Rekam
Radius Aman: Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Larangan Aktivitas: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya sesuai jarak rekomendasi.
Baca Juga: Ezequiel Vidal Absen di Derby Mataram karena Kartu Merah, Van Gastel Kritik Kinerja Wasit dan VAR
Waspada Lahar: Masyarakat harus mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan deras di sekitar gunung.
Antisipasi Abu Vulkanik: Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi gangguan kesehatan dan aktivitas akibat potensi abu vulkanik.
Baca Juga: Pembangunan KNMP Pantai Baru Capai 50 Persen, Taget Seluruh Fasilitas Lengkap dan Rampung Desember
BPPTKG akan terus memantau aktivitas Merapi. Jika terjadi perubahan signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali. (iwa)