SLEMAN - Kesehatan mental tenaga kesehatan (nakes) turut jadi pokok bahasan dalam Jambore Puskesmas Nasional (Jampusnas) II Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) di Kabupaten Sleman.
Kegiatan yang membawa tema "Bangun kebersamaan, sukseskan transformasi puskesmas melalui peningkatan mutu, inovasi, dan sinergitas jejaring" ini diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.
Kegiatan diikuti 665 peserta dari berbagai daerah.
Ketua Pelaksana Jampusnas II Asep Sani Sulaeman menjelaskan, nakes adalah garda terdepan dalam memberi pelayanan.
Tak jarang, mereka mesti bekerja di luar jam kerja untuk melayani masyarakat yang langsung datang ke rumah.
Di sisi lain, setiap hari mesti bertemu masyarakat dengan karakter berbeda-beda. Belum lagi ditambah dengan masalah internal keluarga.
"Hal ini jadi memberi tekanan psikologi pada nakes. Termasuk demi memenuhi target pekerjaan," terangnya ditemui di sela-sela acara, Sabtu (1/11/2025).
Baca Juga: Sempat Diwarnai Keributan, Persiba Bantul Menang 2-0 Melawan Persak Kebumen di Laga Uji Coba
Di sisi lain, ada berbagai program pemerintah yang melibatkan nakes dan harus disukseskan.
Misalnya, cek kesehatan gratis yang diikuti dengan penginputan data skrining.
Begitu pula program kepala daerah yang umumnya ingin akses layanan mudah dijangkau untuk masyarakat.
Untuk itu, Asep menyebut, kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi dan tukar informasi.
Termasuk berbagi inovasi dan layanan unggulan di masing-masing puskesmas.
Terlebih, ada berbagai lomba yang diselenggarakan, seperti karya tulis ilmiah, poster, hingga inovasi puskesmas.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum Apkesmi, Kusnadi.
Dia menegaskan sistem kesehatan tidak hanya bisa bergantung pada puskesmas semata. Harus ada keterlibatan lintas sektor sebagai pendukung.
"Sarana prasarana alat kesehatan juga masih jadi PR. Termasuk aksesibilitas geografi pada daerah yang harus nyebrang pulau," katanya.
Para nakes sebagai pelayan masyarakat ini diyakini harus sehat mental. Dengan demikian, bisa memberikan layanan terbaik. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita