SLEMAN - Bayi laki-laki yang ditemukan di Padukuhan Sawahan Lor, Wedomartani, Kapanewon Ngemplak pada Minggu (26/10) lalu akhirnya diasuh oleh pihak keluarga ibu. Hal ini usai pembuang bayi, yakni ayah dan ibu bayi ini sudah bisa teridentifikasi.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman Ludiyanta menjelaskan, orang tua pembuang bayi diketahui usai ada yayasan yang melapor ke Polresta Sleman. Sebelumnya, orang tua bayi ini ingin berkonsultasi terkait penitipan anak. Namun, karena keinginan tersebut disampaikan di luar jam kerja, mereka disarankan kembali lagi.
"Lalu bayi dibawa ke kosan karena rewel nangis. Bingung akhirnya dititipkan di depan rumah orang di Sawahan Lor itu," bebernya saat dihubungi kemarin (31/10).
Laporan yayasan tersebut didasari karena ciri-ciri bayi yang hampir sama dengan yang pernah dikonsultasikan. Usai itu baru diketahui orang tua bayi. Lalu setelah dihubungi ada keluarga besar yang berkenan untuk merawat.
Ludiyanta menyebut, orang tua bayi saat ini masih dalam tahahan kepolisian sehingga tidak memungkinkan untuk merawat. Di sisi lain, setelah dilakukan asesmen sosial dan ekonomi memang dinilai belum mampu melakukan pengasuhan.
"Ibunya masih mahasiswa jadi masih tergantung dengan kiriman orang tua. Akhirnya bayi yang baru beberapa hari itu diasuh keluarga besar ibu, paklik dan buliknya" tambahnya.
Pengasuhan ini dinilai sudah sesuai dengan ketentuan. Apalagi sang ibu sudah membuat surat penyerahan. Ludiyanta menjelaskan, anak bisa diasuh di dalam lembaga asuhan, bisa di dalam panti atau di luar panti. Keluarga besar ini termasuk tempat asuhan di luar panti.
Dinas sosial sendiri disebut tidak memberikan bantuan sosial khusus. Sekadar membantu pengurusan biaya bayi selama di Rumah Sakit Bhayangkara. Nantinya juga dimungkinkan untuk pemantauan secara berkala. "Di Jogja banyak lembaga yang bisa menbantu mencari solusi ketika tidak mampu merawat bayinya. Jadi bisa dikonsultasikan dahulu," pesannya.
Baca Juga: Usai Jumatan Diterjang Angin Kencang, Atap Asrama dan Ruang Belajar Santri di Magelang Terdampak
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan, saat ditemukan kondisi bayi tampak kuning diduga karena kurang asupan ASI. Namun, secara umum dalam keadaan sehat dan stabil.
"Saat ditemukan juga ada kertas bertuliskan nama bayi Alexander Piter Guslin dan surat permohonan maaf dari orang tua bayi," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita