SLEMAN - Tingkat konsumsi ikan di DIY tergolong masih rendah. Sampai dengan 2024 jumlahnya hanya 36,03 kilogram per kapita per tahun. Padahal, konsumsi ikan nasional berada di angka 58,76 kilogram per kapita per tahun.
Untuk meningkatkan angka konsumsi ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyadari perlu dilakukan kolaborasi dengan berbagai mitra. Salah satunya, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DIY.
"Jadi bagaimana membangun bersinergi dan kolaborasi,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY R. Hery Sulistio Hermawan di Joglotani Mendungan, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Rabu (29/10).
Hery mengungkapkan itu saat menjadi narasumber Sosialisasi dan Pelatihan Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas dan Kemandirian Pangan di Tingkat Keluarga. Adapun materi yang disampaikan berkaitan dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Peserta sosialisasi itu berasal dari Kelompok Kerja (Pokja) 3 Tim Penggerak PKK DIY.
Di depan peserta sosialisasi, Hery menceritakan, tantangan agar masyarakat mengonsumsi ikan. Dia mencontohkan saat ada sajian dengan berbagai olahan menu. Antara lain seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan.
“Orang-orang jarang memilih ikan sebagai pilihan utama. Nah, bagaimana agar minatnya bisa bergeser ke ikan. Tentu banyak hal yang harus dilakukan. Ini agenda kami mengkampanyekan konsumsi ikan secara baik," kata Hery.
Mantan wakil kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini juga menyinggung pemanfaatan lahan pekarangan yang terbatas untuk budidaya ikan. Ini penting karena luas lahan semakin menyusut dan terbatas. Salah satu yang ditawarkan adalah budidaya ikan tawar. Khususnya lele di ember atau drum.
Diingatkan, ila prinsip budidaya dilakukan dengan benar, dia optimistis bisa berproduksi dengan baik. Tidak hanya memenuhi gizi. Tapi juga mampu meningkatkan ekonomi keluarga. "Kami mengenalkan aspek peningkatan stok ikan di masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hery juga memberikan bantuan bibit lele sebanyak 150 ekor. Dia berharap stimulan ini bisa menjadi motivasi. Penggerak di kabupaten/kota meningkatkan budidaya ikan.
“Harapannya tingkat konsumsi ikan menjadi lebih baik. Bisa mendekati angka konsumsi nasional," tambahnya.
Wakil Ketua TP PKK DIY Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam X menjelaskan sengaja mengundang berbagai mitra. Dengan saling bermitra, akan semakin baik karena yang mengikuti acara semakin banyak. "Harapannya kemitraan ini bisa berkelanjutan. Tidak hanya sekali. Jadi bersama-sama membantu masyarakat DIY agar tidak ada yang miskin lagi," katanya.
Lewat kegiatan ini dia ingin membantu keluarga meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan agar bisa mandiri. Tidak tergantung bahan pangan dari luar. Apalagi masih banyak pekarangan warga yang bisa dimanfaatkan. “Baik itu ditanami tanaman, peternakan, atau budidaya ikan. Keluarga itu lingkup paling kecil. Tapi perannya paling besar," tambahnya.
Pendiri Joglo Tani, TO Suprapto menjelaskan, Joglotani adalah wahana pembelajaran pertanian terpadu. Nantinya berkolaborasi dengan program ketahanan pangan ini. Khususnya dalam pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan.
"Ada percontohan satu di provinsi, lalu satu masing-masing di kabupaten, berlanjut ke kapanewon sampai kalurahan. Begitu seterusnya sampai membumi kemandirian pangan keluarga," terang pria yang juga merupakan ketua bidang III TP PKK DIY ini. (del/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita