SLEMAN - Pedagang Pasar Godean akan boyongan dari pasar relokasi pada Rabu (29/10/2025) mendatang.
Sebagai langkah awal kepindahan ini dilakukan prosesi doa bersama dan nyekar di Makam Mbah Jembrak yang berada di area Pasar Godean pada Minggu (26/10/2025) sore.
Kegiatan diawali dengan doa, mendengarkan ceramah, dan potong tumpeng.
Selanjutnya, para pedagang bersama-sama mendatangi Makam Mbah Jembrak lalu kembali memanjatkan doa.
Kegiatan diakhiri dengan tabur bunga yang dilakukan secara bergantian.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari menjelaskan, Mbah Jembrak adalah sesepuh yang berada di pasar sehingga memang harus diberikan penghormatan.
Harapannya seluruh prosesi ini bisa membawa keberkahan, kelancaran, dan keramaian saat pedagang pindah nantinya.
"Namanya orang Jawa itu ya seperti ini," terangnya ditemui di sela-sela acara.
Dia menyebut, seluruh persiapan kepindahan sudah siap. Usai prosesi pindah nanti, pedagang bisa langsung berjualan.
Bahkan, saat ini sudah ada beberapa yang mencicil untuk buka, khususnya kios-kios makanan.
Terkait keluhan bocor dan kerusakan bangunan disebut bisa diperbaiki sembari pedagang berjualan.
Hal terpenting adalah bagian los dan kios bisa dipakai.
Sri menilai, apabila harus menunggu sampai seratus persen tuntas justru kepindahan semakin tidak pasti.
Disinggung soal prosesi boyongan, dia juga menyebut sudah dipersiapkan.
Nantinya akan dimulai pukul tujuh pagi dengan doa bersama.
Selanjutnya, sekitar seribu orang akan melakukan kirab dengan jalan kaki bersama dari pasar relokasi ke Pasar Induk Godean.
"Nanti acaranya ada tari-tarian. Badui, Tari Topeng Ireng, sampai Tari Edan-edanan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih yang turut hadir menyebut, kepindahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan hitungan dari para pedagang.
Berdasarkan penanggalan Jawa untuk hari baik dipilih tanggal 15 Oktober dan 29 Oktober.
Namun, karena 15 Oktober masih ada pembenahan maka diambilah opsi kedua.
Mae juga menyebut telah berkoordinasi dengan Komisi B DPRD Sleman yang saat sidak menyoroti kurangnya fasilitas.
Dia sebut telah ada kesepakatan bersama terkait waktu kepindahan ini.
"Bangunannya aman. Mungkin kalau hujan angin saja ada sedikit air yang masuk karena ada sisi yang terbuka," tambahnya.
Dia juga menyebut telah menyiapkan berbagai program untuk memastikan Pasar Godean bisa ramai.
Mulai dari lomba foto, intensifkan konten media sosial, lomba fesyen show, sampai mengundang anak sekolah untuk belajar mengenai bumbu-bumbu dapur. (del)
Editor : Meitika Candra Lantiva