Tahun Lalu Sudah Defisit Rp139 Miliar, DPRD Sleman Minta Intensifkan Pendapatan Daerah
Delima Purnamasari• Kamis, 23 Oktober 2025 | 02:45 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman Surana
SLEMAN - DPRD Sleman meminta seluruh organisasi perangkat daerah untuk mengintensifkan pendapatan. Ini mengingat pada periode lalu ada catatan defisit APBD yang mencapai Rp 139 miliar.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman Surana menjelaskan, seluruh elemen pendapatan harus dikaji. Berdasarkan pantauannya, sektor yang belum optimal adalah pendapatan dari rusunawa. Kemudian pajak dari iklan serta pajak dari PLN yang mana Pemkab Sleman bisa mendapatkan setoran delapan persen dari biaya yang ditagihkan pada masyarakat.
"Potensinya banyak kalau digali supaya mengurangi defisit dan menambah pendapatan. Demi memberi program pada masyarakat," terangnya ditemui di Pasar Godean, Rabu (22/10).
Termasuk dari sektor wisata yang dia nilai sepi event. Padahal dulunya pernah tercatat dalam setahun ada 40 event di Bumi Sembada. Padahal, pariwisata memiliki dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi karena memberikan multi efek. Baik itu pembelian makanan, sewa hotel, maupun oleh-oleh.
Intensifikasi pendapatan ini juga dinilai krusial karena saat ini ada pemangkasan transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Jumlahnya mencapai Rp 253 miliar sehingga daerah harus mengejar kekurangan ini.
"Ini wewenang pusat karena penyerapan di daerah yang belum maksimal demi pertumbuhan ekonomi," terangnya.
Politisi Partai NasDem ini juga mengimbau agar jangan sampai program prioritas ikut tertunda karena pemangkasan ini. Harus dilaksanakan berdasarkan skala prioritas. Dia sebut DPRD sendiri bahkan telah melakukan rasionalisasi hingga Rp 14 miliar. Baik itu untuk operasional maupun makan dan minum.
"Target pendapatan daerah kami minta penambahan Rp 200 miliar meski kalau dihitung bisa lebih dari itu," katanya.
Terpisah, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat tentu akan berdampak pada berbagai kegiatan. Namun, hal ini harus disikapi dengan peningkatan pendapatan.
"Saya pribadi biasa saja menyikapinya, tidak tertekan. Program prioritas harus jalan. Agar betul-betul kerja keras untuk menambah pendapatan," katanya. (del)