Target ini dilakukan dengan mendatangkan berbagai alat canggih, seperti Cathlab, Radioterapi LINAC, CT Scan 256 slice, Mamografi, hingga MRI dengan teknologi terkini.
Komitmen ini ditegaskan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, Rabu (22/10). Tema yang dibawa adalah unbreakable, a thousand is better than one.
Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara Marsekal Muda TNI M. Roikhan Harowi menegaskan, inovasi yang tengah dikerjakan harus terus ditingkatkan. Agar nantinya bisa memberikan layanan yang optimal pada masyarakat.
"Apalagi Jogja dengan ciri khas daerahnya butuh pendekatan spesifik dalam pelayanan dan pengobatan pada pasien," terangnya ditemui di sela-sela acara.
Baginya HUT ini bukan peringatan seremonial semata, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat pengabdian, loyalitas, dan nasionalisme.
Usia 13 tahun ini bukan waktu yang panjang, tetapi cukup membuktikan bahwa dedikasi mampu melahirkan institusi yang membanggakan.
Jika menilik perjalanannya, sejak 31 Desember 2018 RSPAU dr. S. Hardjolukito telah memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan lulus paripurna.
Saat ini rumah sakit yang berawal dari Tempat Pengobatan Sementara (TPS) ini telah memiliki 285 tempat tidur dengan sepuluh ruangan rawat inap. Serta memiliki 1.181 personil tenaga kesehatan dan non-kesehatan.
Setiap bulannya bisa menangani lebih dari 600 kasus dan untuk instalasi gawat darurat melayani sekitar 1800 kasus.
"Saya menyampaikan penghargaan dan rasa bangga atas seluruh capaian, inovasi, serta pengabdian yang telah dipersembahkan," tambahnya.
Roikhan menegaskan, dunia kesehatan terus berubah cepat, teknologi berkembang, dan penyakit berevolusi.
Sehingga ekspetasi masyarakat semakin tinggi. Namun, sebagai bagian dari TNI AU, para petugas tidak boleh gentar dan justru harus jadi pelopor perubahan.
"RSPAU dr. S. Hardjolukito telah tumbuh menjadi kebanggaan TNI AU. Tidak hanya melayani kesehatan prajurit dan keluarganya, tetapi masyarakat umum," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.