Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Ada 2.050 Balita Stunting, Sleman Akan Kolaborasi dengan MBG untuk Cegah Penambahan Kasus Baru

Delima Purnamasari • Rabu, 22 Oktober 2025 | 04:30 WIB

 

 

Jumpa pers jajaran Pemkab Sleman terkait kasus stunting Selasa (21/10).
Jumpa pers jajaran Pemkab Sleman terkait kasus stunting Selasa (21/10).
 

SLEMAN - Prevalensi stunting Kabupaten Sleman sebesar 4.29 persen pada 2025. Turun dari tahun sebelumnya sebesar 4,41 persen. Lewat data terbaru yang dihimpun dari e-PPGBM tercatat ada 2.050 balita usia 0 sampai 59 bulan yang mengalami kondisi ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama menjelaskan, cukup sulit untuk mencapai target zero stunting. Hal ini mengingat ada berbagai faktor yang memengaruhi. Salah satu yang paling disoroti adalah kebiasaan merokok di dalam rumah dan meningkatnya perokok pemula.

 Baca Juga: PSIM Jogja vs Dewa United, Tekad Laskar Mataram Patahkan Mitos di Kandang saat Main Sore

Ketika seseorang merokok maka partikelnya akan menempel pada benda-benda di sekitarnya. Apabila nanti terhirup pada bayi maka akan menyebabkan penyakit paru-paru dan memengaruhi pertumbuhannya.

"Apalagi stunting itu setelah seribu hari tidak bisa dikembalikan. Hanya bisa dirawat agar sehat," terangnya dalam jumpa pers yang digelar Selasa (21/10).

 Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Kenaikan Gaji PNS Hingga 12 Persen Mulai Oktober 2025

Untuk itu, Cahya akan fokus menekan angka stunting baru. Salah satu strateginya adalah dengan berkolaborasi lewat program pemerintah pusat, yakni makan bergizi gratis (MBG). Ini mengingat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga turut jadi sasaran program.

"Jadi ada kolaborasi dengan badan gizi bagaimana nanti takaran makanannya juga disesuaikan," tambahnya.

 Baca Juga: Bansos BLT Tambahan 2025 Belum Tersosialisasi di Daerah, Begini Keterangan Dinsos PPPA Kulon Progo!

Terlebih, saat ini berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjalani penyuluhan keamanan pangan. Harapannya nanti makanan yang dihasilkan benar-benar bisa dipastikan menyehatkan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman Novita Krisnaeni menjelaskan, telah ikut meninjau wilayah penerima MBG dari elemen ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Di antaranya Cangkringan, Sleman, Seyegan, dan Prambanan.

 

"Jadi nanti diberikan makanan matang, lalu akan diberi makanan kering untuk beberapa hari. Lalau kembali makanan matang lagi," tambahnya. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman #prevalensi stunting #Stunting #Kabupaten Sleman #SPPG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Makan Bergizi Gratis (MBG) #balita