SLEMAN - Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman memasuki usia yang ke-12 tahun pada Selasa (21/10). Dalam perayaan yang digelar di The New Atrium Hotel Yogyakarta ini, PHRI Sleman menegaskan komitmen untuk saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pariwisata.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Sleman Andhu Pakerti menyebut, dalam waktu lebih dari satu dekade ini para anggota telah mengalami berbagai sepak terjang. Salah satu yang berdampak besar adalah pandemi Covid-19. Sementara saat ini tantangan hadir dalam bentuk yang lain, yakni maraknya jasa akomodasi yang tidak berizin. Baik itu indekos maupun vila yang menawarkan sewa harian.
Baca Juga: PSIM Jogja vs Dewa United, Tekad Laskar Mataram Patahkan Mitos di Kandang saat Main Sore
"Mereka tidak berizin jadi secara pendapatan daerah itu tidak masuk," sebutnya saat ditemui di sela-sela acara.
Kondisi ini menyebabkan persaingan harga menjadi tidak adil dan menyebabkan kecemburuan antara para pelaku pariwisata. Harapannya ulang tahun ini bisa jadi momen untuk bersama-sama mencari solusi agar seluruh elemen bisa menjalankan usaha secara legal.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Kenaikan Gaji PNS Hingga 12 Persen Mulai Oktober 2025
"Selaku asosiasi kami ingin menjadi wadah aspirasi dan perlindungan anggota dalam menghadapi tantangan pariwisata," tambahnya.
Andhu juga ingin, BPC PHRI Sleman bisa terus tumbuh dan berkontribusi dalam memajukan Bumi Sembada. Program utamanya adalah dengan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan inovasi ekonomi kreatif. Termasuk menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah.
Baca Juga: Bansos BLT Tambahan 2025 Belum Tersosialisasi di Daerah, Begini Keterangan Dinsos PPPA Kulon Progo!
Oleh sebab itu, tema yang dibawa kali ini adalah "Bersama Berbagi Membangun Pariwisata Peduli" yang menyasar berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan yang dibuat berupa pembagian sembako pada ojek online, pengecekan kesehatan gratis, hingga donor darah.
"Kegiatan hari ini kami tidak ingin sekadar seremonial, tapi ada langkah kecil untuk berbagi pada lingkungan dan sosial," tambahnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita