Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepekan Sudah Ada 146 Laporan lewat Platform MBG Watch, Mayoritas soal Keracunan hingga Makanan Tidak Matang

Delima Purnamasari • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 02:00 WIB
AKSI LANJUTAN: Ibu-ibu yang sebelumnya ikut protes soal MBG dengan memukul panci melanjutkan aksinya di Bundaran UGM Jumat (17/10).
AKSI LANJUTAN: Ibu-ibu yang sebelumnya ikut protes soal MBG dengan memukul panci melanjutkan aksinya di Bundaran UGM Jumat (17/10).

SLEMAN - Aksi Kenduri Suara Ibu kembali digelar untuk yang ketiga kalinya di Bundaran UGM Jumat (17/10). Seperti dua aksi sebelumnya, para ibu ini mengenakan warna baju terang serta membawa alat masak yang dipukul-pukul sebagai bentuk protes.

Mereka kembali menyuarakan untuk dihentikannya program makan bergizi gratis (MBG). Sekaligus mengenalkan kanal MBG Watch.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Jaya Darmawan menjelaskan, platform ini diinisiasi oleh beberapa lembaga dan telah dirilis seminggu lalu. Di sini para penerima MBG bisa memberikan berbagai jenis aduan. Seperti keracunan, korupsi, nilai gizi, maupun tata kelola lain. Hingga hari ini, secara nasional MBG Watch telah menerima 146 laporan.

"Tiga besar laporan adalah keracunan, nilai gizi, dan makanan tidak matang," bebernya ditemui di sela-sela aksi.

Data yang ada ini akan dikonsolidasikan dan diverifikasi. Untuk nantinya sebagai bahan untuk membuat gugatan publik, petisi bersama, hingga disampaikan langsung pada penegak hukum. Harapannya semakin banyak yang melaporkan dan platform ini bisa disebarkan.

"Saya kira ironi karena sampai ada platform free meal yang dibuat masyarakat untuk bisa mengkritisi program," tambahnya.

Sementara itu, Relawan Suara Ibu Indonesia Gernatatiti menyebut, fokus aksi kali ini adalah membicarakan MBG dari sudut pandang orang tua, akademisi, dan peneliti. Aksi dikemas dalam bentuk forum diskusi. "Seruan kami sama supaya program ini dihentikan untuk dievaluasi. Jadi dievaluasi tapi dihentikan dulu. Tidak dievaluasi sambil jalan," katanya.

Dia menyebut program ini sangat sentralistik dan militeristik. Bahkan, pemerintah di tingkat daerah tidak bisa melakukan intervensi apapun meski MBG sudah menyebabkan banyak korban.

"Teman-teman yang mendapat hal buruk dari program ini tidak bisa mengadu. Jadi dibuat kanal independen, yakni MBG Watch," sebutnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kenduri Suara Ibu #Bundaran UGM #Mbg #korban #keracunan #nilai gizi #Program makan bergizi gratis (MBG) #platform #aksi #MBG Watch