Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wujudkan Kemandirian di Bidang Kesehatan, Dinkes Sleman Buat Diseminasi Kajian PHBS Rumah Tangga

Delima Purnamasari • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:35 WIB

Diseminasi kajian PHBS
Diseminasi kajian PHBS
SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan diseminasi program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Kamis (16/10).

Kegiatan yang diselenggarakan di Prima SR Hotel & Convention Yogyakarta ini menyasar tenaga kesehatan, perwakilan organisasi perangkat daerah, hingga masyarakat umum.

PHBS terdiri dari berbagai indikator. Misalnya, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, dan membuang sampah di tempat sampah.

Angka persentase rumah tangga yang menerapkan PHBS di Bumi Sembada sendiri terus meningkat.

Dari tahun 2022 sebesar 59,80 persen, lalu 2023 sebesar 61,40 persen, dan 2024 menjadi 65,27 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama menjelaskan, lewat kegiatan diseminasi ini bisa diketahui indikator apa yang masih kurang sehingga dapat dilakukan perbaikan bersama.

Baginya, PHBS bukan sekadar rangkaian aturan teknis, tetapi gerakan sosial dengan memanfaatkan berbagai jalur komunikasi.

"Kami menunjang lewat regulasi-regasi untuk mempercepat penerapan PHBS ini secara optimal," terangnya ditemui di sela-sela kegiatan.

Salah satu PHBS yang perlu dilakukan adalah mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Praktik baik tersebut bisa menghindarkan dari kontaminasi, khususnya saat makan dalam jumlah besar.

Agar nantinya masyarakat bisa terhindar dari diare yang apabila terjadi terus-menerus bisa menyebabkan malnutrisi.

Di sisi lain, Cahya juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan air agar bebas dari bakteri ecoli lewat proses klorinisasi.

Menurutnya, PBHS ini juga bisa menghindarkan masyarakat dari penyakit berbasis lingkungan.

Sebagai contoh adalah leptospirosis yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pertanian serta penyakit demam berdarah.

Dalam kesempatan ini Cahya juga menyoroti indikator tidak merokok di dalam rumah yang dinilai perlu terus ditekan.

Termasuk angka perokok pemula. Dia ingin masyarakat bisa memahami pentingnya menerapkan PHBS ini.

Selanjutnya, dapat menularkan ilmunya pada keluarga kemudian masyarakat sekitar.

"Kalau sudah sampai ke lingkungan sekitar maka akan terwujud kemandirian bidang kesehatan," tambahnya.

Cahya turut berharap, lewat kegiatan ini PHBS bisa diterapkan masyarakat secara konsisten. Apabila dilakukan atas dasar kesadaran, setiap individu mampu menolong diri sendiri sekaligus berperan aktif di lingkungan masyarakat.

"Kebersihan lingkungan harus didengungkan. Masyarakat yang sehat tentu akan lebih produktif," tambahnya.

Sementara itu, pengisi materi diseminasi, Bagas Suryo Bintoro mengatakan, selama periode 2021 hingga 2024 capaian PHBS di Sleman menunjukkan tren positif.

Meski demikian, ada beberapa indikator yang harus terus dioptimalkan.

"Melalui diseminasi ini juga turut memberikan rekomendasi awal untuk perbaikan program PHBS," katanya. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #dinkes sleman #phbs