Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tren PHBS di Sleman Naik, Warga Diajak Lebih Peduli Kebersihan dan Kesehatan

Heru Pratomo • Jumat, 17 Oktober 2025 | 03:24 WIB
CUCI TANGAN: Dinkes Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan diseminasi PHBS di Prima SR Hotel & Convention Yogyakarta, Kamis (16/10).
CUCI TANGAN: Dinkes Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan diseminasi PHBS di Prima SR Hotel & Convention Yogyakarta, Kamis (16/10).

SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan diseminasi program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Kamis (16/10).

Kegiatan yang diselenggarakan di Prima SR Hotel & Convention Yogyakarta ini menyasar tenaga kesehatan, perwakilan organisasi perangkat daerah, hingga masyarakat umum.

PHBS terdiri dari berbagai indikator. Misalnya, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, dan membuang sampah di tempat sampah. Angka persentase rumah tangga yang menerapkan PHBS di Bumi Sembada sendiri terus meningkat.

“Dari tahun 2022 sebesar 59,80 persen, lalu 2023 sebesar 61,40 persen, dan 2024 menjadi 65,27 persen,” kata.Kepala Dinkes Kabupaten Sleman Cahya Purnama.

Salah satu PHBS yang perlu dilakukan adalah mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Praktik baik tersebut bisa menghindarkan dari kontaminasi, khususnya saat makan dalam jumlah besar.

Agar nantinya masyarakat bisa terhindar dari diare yang apabila terjadi terus-menerus bisa menyebabkan malnutrisi. Di sisi lain, Cahya juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan air agar bebas dari bakteri ecoli lewat proses klorinisasi.

Menurutnya, PBHS ini juga bisa menghindarkan masyarakat dari penyakit berbasis lingkungan. Sebagai contoh adalah leptospirosis yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pertanian serta penyakit demam berdarah.

Dalam kesempatan ini Cahya juga menyoroti indikator tidak merokok di dalam rumah yang dinilai perlu terus ditekan. Termasuk angka perokok pemula. Dia ingin masyarakat bisa memahami pentingnya menerapkan PHBS ini.

"Kalau sudah sampai ke lingkungan sekitar maka akan terwujud kemandirian bidang kesehatan," tambahnya.

Baca Juga: Peringati Hari Pangan Sedunia, DP3 Sleman Kembali Hidupkan Kelompencapir, Cerdas Cerma Ilmu Pertanian

Cahya turut berharap lewat kegiatan ini, PHBS bisa diterapkan masyarakat secara konsisten. Apabila dilakukan atas dasar kesadaran, setiap individu mampu menolong diri sendiri sekaligus berperan aktif di lingkungan masyarakat.

"Kebersihan lingkungan harus didengungkan. Masyarakat yang sehat tentu akan lebih produktif," tambahnya.

Sementara itu, pengisi materi diseminasi, Bagas Suryo Bintoro mengatakan, selama periode 2021 hingga 2024 capaian PHBS di Sleman menunjukkan tren positif. Meski demikian, ada beberapa indikator yang harus terus dioptimalkan.

"Melalui diseminasi ini juga turut memberikan rekomendasi awal untuk perbaikan program PHBS," katanya. (*/del/pra) 

Editor : Herpri Kartun
#Hidup Bersih #dinas kesehatan #bakteri ecoli #dinkes sleman #phbs #leptospirosis