Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Songsong Generasi Emas 2045, Dinkes Sleman Buat Gerakan Bumil Sehat

Delima Purnamasari • Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:57 WIB

Kegiatan gerakan bumil sehat
Kegiatan gerakan bumil sehat
SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman membuat gerakan bumil sehat dalam rangka hari kesehatan nasional ke-61. Kegiatan dengan tema "Dukung ibu hamil, lebih sehat, lebih bahagia" ini digelar di Atrium Rama, Ground Floor, Sleman City Hall, Rabu (15/10).

Segmen utama dalam gerakan ini berupa talkshow yang menghadirkan tiga orang narasumber. Pertama, Dokter Eugenius Phyowai yang membawakan materi antenatal care terpadu.

Kedua, Dokter Ida Rochmawati dengan materi ibu hamil sehat mental, anti baby blues.

Terakhir, ada dokter Hendris Utama dengan tema mengenali dan mencegah bahaya tuberkulosis saat hamil.

Dalam kegiatan ini juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi ibu hamil. Baik itu untuk konsultasi kesehatan, konsultasi gizi, hingga mengukur tingkat stres.

Selain itu, ada fasilitas kolaborasi lintas sektor berupa edukasi kepesertaan BPJS Kesehatan serta konsultasi identitas kependudukan digital.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama menjelaskan, ibu hamil harus mendapatkan pendampingan komprehensif selama masa kehamilan.

Baginya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dimulai dari ibu hamil yang sehat.

"Ibu hamil adalah elemen penting dalam menyiapkan generasi Sleman emas pada 2045," terangnya ditemui di sela-sela acara.

Untuk itu, selama waktu kehamilan calon bayi harus dijaga agar ketika dilahirkan dalam kondisi sehat.

Hingga akhirnya saat dewasa bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan di Bumi Sembada.

Salah satu yang dia soroti adalah persoalan stunting yang bisa berdampak pada kecerdasan anak. Kondisi ini jadi prioritas agar sejak kehamilan ibu tidak mengalami malnutrisi.

Persoalan lain yang dia sebut perlu diantisipasi adalah psikologi, seperti babyblues. Sebuah kondisi sesaat melahirkan karena ibu mengalami keraguan pada bayinya.

Kondisi ini disebut bisa membahayakan bayi maupun ibu sendiri. Ketika kondisi mental ibu tidak baik maka juga akan berpengaruh pada kondisi fisiknya.

Dengan demikian, Cahya menekankan pentingnya peran sosok ayah untuk ikut serta memberikan dukungan pada istrinya.

"Saat ini ada bonus demografi yang harus disiapkan betul agar saat masuk usia produktif anak bisa berkiprah dengan baik," tegasnya.

Lewat kegiatan ini, Cahya turut berharap agar ibu hamil memiliki kesadaran untuk bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah semakin dekat. Baik itu lewat Puskesmas, Puskesmas pembantu, hingga Posyandu.

"Ibu hamil rentan masalah kesehatan, fisik dan psikologi, perlu upaya terpadu, tidak hanya medis tapi aspek sosial dan mental," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Agung Armawanta yang hadir turut mengapresiasi kegiatan ini

. Dia menegaskan setiap ibu hamil berhak mendapatkan fasilitas yang berkualitas.

"Saya berpesan untuk ibu hamil harus periksa rutin, ikuti anjuran medis, dan berkonsultasi jika ada keluhan," katanya. (del)

Editor : Bahana.
#dinkes sleman #bumil