Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pabrik Pengolahan Susu Kambing UHT Akan Segera Berdiri di Sleman, Kapasitas 20 Ribu Liter Per Hari

Delima Purnamasari • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 04:55 WIB

 

Pemilik Bhumi Nararya Farm Aprilia Respati Adi
Pemilik Bhumi Nararya Farm Aprilia Respati Adi


SLEMAN - Pabrik pengolahan susu kambing ultra high temperature (UHT) akan segera berdiri di Kabupaten Sleman. Tepatnya di Girikerto, Kapanewon Turi. Lewat proses ini susu kambing aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama dibanding saat dalam kondisi segar.

Pemilik Bhumi Nararya Farm, Aprilia Respati Adi menjelaskan, pabrik ini ditargetkan baru beroperasi pada Februari atau Maret 2026. Proses pembangunan dilakukan sembari pemesanan mesin pengolahan. Untuk instalasinya juga memerlukan waktu hingga satu bulan.

Baca Juga: Unit Pupuk Organik Bener, Digadang Jadi Solusi Atasi Sampah Organik: Pemkot Jogja Targetkan Beroperasi Akhir Tahun

Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 20 ribu liter per hari. Hanya saja untuk awal produksi baru akan 10 ribu liter saja. Laki-laki yang akrab disapa Didik ini menyebut, bangunan pabrik ini memiliki luasan 500 meter. Dengan nilai investasi gedung dan alat sebesar Rp 5 miliar.

"Mesin 2.000 liter per jam. Tentu bisa kami optimalkan dua sif sesuai nanti kemampuan produksi susu kambing di Jogja dan sekitarnya," bebernya.

Baca Juga: Penyakit Jantung Juga Serang Usia Muda, DIY Jadi Provinsi dengan Penyakit Jantung Tertinggi Nasional

Namun, produksi susu kambing dari peternak baru mencapai 5.000 liter per hari. Untuk itu diharapkan dengan adanya pabrik ini bisa jadi dorongan untuk mereka bisa bergerak maju.

Baginya, peternakan kambing adalah bentuk pemberdayaan dengan jangkauan yang luas. Peternak cukup memiliki sepuluh ekor kambing yang nilai investasinya tidak begitu besar, tetapi akan memiliki penghasilan yang berkelanjutan.

"Untuk kami di perdesaan, ukuran ini sudah sangat mensejahterakan," katanya.

Baca Juga: Antisipasi Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular, Pemkot Jogja Kembangkan Sistem Peringatan Dini

Ketika nanti peternak dan pabrik sudah bisa berkembang maka akan memberi dampak yang berlipat ganda. Mulai dari penyedia pakan, penyedia plastik, hingga tersedianya pupuk.

"Nutrisi susu kambing itu lebih baik jika dibanding sapi. Saat ini kami akan fokus produksi dulu, tapi nanti orientasinya memang untuk ekspor," katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, Bumi Sembada memiliki potensi besar dalam bidang peternakan. Akselerasi produk olahan susu kambing ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami dorong lewat pelatihan teknis maupun manajerial untuk menunjang hasil produksi peternakan," katanya. (del/eno) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pabrik #produksi #Ultra High Temperature (UHT) #susu kambing #Pengolahan #peternakan kambing #Kabupaten Sleman #peternak