SLEMAN – Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Busyro Muqoddas mengatakan peningkatan kualitas wartawan wajib dilakukan.
Salah satunya dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Saat ini, negara kita memerlukan kejujuran dalam demokrasi."
"Karena proses demokrasi yang berlangsung di negara saat ini sedang bermasalah."
"Ada ketidakjujuran demokrasi,’’ kata Busyro saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) #2, Jumat (10/10/2025).
UKW #2 tersebut mengambil tema Wujudkan Wartawan yang Cerdas, Santun, dan Kompeten.
UKW kali ini diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) PT BP Kedaulatan Rakyat, didukung Kominfo DIY dan Bank BPD DIY.
Busyro menegaskan bahwa jurnalis menjadi pilar keempat demokrasi yang harus dijaga independensinya.
“Birokrasi harus diawasi. Salah satu yang menjadi pengawas itu adalah wartawan,” tegas Busyro.
Sedangkan Direktur LUKW PT BP Kedaulatan Rakyat, Okto Lampito mengatakan bahwa UKW kali ini dimaksudkan untuk mendapatkan wartawan yang kompeten di bidangnya.
Berkualitas dan independen.
‘’Semoga UKW saat ini, menjadi momentum peningkatan kapasitas jurnalis yang mumpuni dan berkualitas,” tegas Okto.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Ignatius Trihastono mengatakan, jurnalis menjadi mitra penting Pemerintah Kota Jogja.
‘’Kami terbantu dengan adanya pemberitaan dari teman-teman media. Kami juga siap dikritik dan diberi masukan. Agar ada check and balance,’’ ujar Trihastono. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin