SLEMAN - Pengembangan fasilitas olahraga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk mendukung prestasi para atlet.
Tahun depan, pemkab berencana membangun lintasan atletik dan fasilitas panjat tebing baru.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Heru Saptono mengatakan, lintasan atletik rencana akan dibangun di Stadion Tridadi.
Revitalisasi ini perlu karena kondisi fasilitas yang ada belum representatif.
"Untuk itu harus direvitalisasi dan direnovasi. Kami sudah memiliki detail engineering designnya," katanya.
Heru menjelaskan, banyak atlet asal Bumi Sembada yang berprestasi di cabang atletik, termasuk saat Porda 2025 yang berhasil mendulang banyak emas.
Namun, selama ini mereka masih berlatih di fasilitas milik pihak lain seperti UNY dan Stadion Mandala Krida.
Anggaran pembangunan lintasan atletik ini diperkirakan mencapai Rp 42 miliar, mencakup pembangunan tribun dan area parkir.
Usulan proyek telah diajukan untuk tahun anggaran 2026, namun bisa saja mundur ke 2027 jika belum memungkinkan.
"Tentu kalau APBD semua berat. Barangkali nanti bupati ada gambaran. Kami nunggu dawuh (perintah) saja," katanya.
Fasilitas lain yang direncanakan akan dibangun adalah panjat tebing di Kalurahan Tridadi. Rencananya akan dibangun pada 2026.
Pemilihan pembangunan fasilitas ini juga karena banyaknya atlet berprestasi. Secara kelas bukan lagi kabupaten, tetapi nasional, bahkan internasional.
Untuk anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 5,46 miliar. Termasuk di dalamnya akan dibangun gedung penyimpanan peralatan.
"Akan dibangun out door. Ini agar kompetensi atlet bisa ditingkatkan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Abu Bakar membenarkan kedua proyek tersebut telah masuk dalam usulan anggaran.
Dia berharap ketersediaan anggaran mencukupi di tengah upaya efisiensi yang masih berjalan. Pun proyek ini juga diharapkan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
"Semoga bisa karena rumput di Stadion Tridadi itu juga sudah bagus. Termasuk nanti panjat tebing juga. Tapi ini belum fix," katanya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita