Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BBPOM Temukan Empat Jajanan di Lapangan Pemda Sleman Mengandung Formalin dan Boraks, Berupa Kerupuk Gendar, Cumi Asin, dan Teri Nasi

Delima Purnamasari • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 05:55 WIB

 

FOKUS: Proses pengujian sampel jajanan oleh BBPOM Jogjakarta di Lapangan Pemda Sleman Jumat (3/10).
FOKUS: Proses pengujian sampel jajanan oleh BBPOM Jogjakarta di Lapangan Pemda Sleman Jumat (3/10).
 

SLEMAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jogjakarta melaksanakan proses pengujian bahan berbahaya pada pedagang Lapangan Pemda Sleman Jumat (3/10). Uji kandungan ini meliputi formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow. Sampel ini diuji dalam mobil laboratorium keliling. 

Ketua Tim Kegiatan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas BBPOM Jogjakarta Yustina Etik Handayani menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan pada pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Jumlahnya hampir 50 sampel. 

 Baca Juga: Meski Aduan Oplos dari Masyarakat Tidak Terbukti, SPBU Gito Gati Tetap Akan Ditutup Selama Dua Hari

"Sudah ketemu empat sampel yang positif," sebutnya di Lapangan Pemda Sleman Jumat (3/10). 

Temuan tersebut terdiri dari dua kerupuk gendar yang mengandung boraks. Lalu ada cumi asin dan teri nasi yang mengandung formalin. 

Menurutnya, formalin sebagai bahan pengawet jenazah berbahaya jika disalahgunakan untuk mengawetkan makanan. Begitu pula boraks untuk pengawet dan pengenyal. Meski tidak seketika menyebabkan penyakit, apabila dikonsumsi terus-menerus akan terakumulasi di ginjal. 

 Baca Juga: Hentikan dan Evaluasi Total Progam MBG, Begini Kritik Pedas Gerakan Suara Ibu Indonesia Yogyakarta dalam Aksi Panci

"Nanti bisa gagal ginjal atau kena organ dalam lain. Bisa kanker. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kematian kalau parah," ucapnya. 

Yustina menilai, kegiatan ini sangat mendukung untuk bisa memastikan pangan yang dijual pelaku usaha aman. Sehingga, masyarakat bisa merasa tenang dan aman saat membelinya. 

 Baca Juga: Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Melewati Masa Golden Time, Kini Alat Berat Diterjunkan Proses Evakuasi

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Kurnia Astuti menjelaskan, untuk pedagang yang jadi temuan akan dilakukan pembinaan. Diimbau untuk tidak menambahkan zat berbahaya dan diminta membuat surat pernyataan. 

 

Kalau pun bahan hanya membeli dari pedagang lain, bisa beralih ke produsen yang aman. Baginya ini adalah langkah penting. Mengingat para pedagang baru saja dilakukan penataan. 

 

"Ini langkah untuk meyakinkan masyarakat dan membranding kuliner di kompleks Lapangan Pemda ini aman," katanya. 

 

Salah satu pedagang yang mengaku dagangannya dilakukan pengecekan adalah Supriyati. Perempuan penjual otak-otak ini mengaku tindakan pengecekan ini adalah langkah baik. "Kalau ada yang pakai bahan berbahaya dikasih tau untuk hati-hati dan edukasi soal penyakit aneh-aneh," sebutnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#BBPOM Jogjakarta #Lapangan Pemda Sleman #cumi asin #teri nasi #kerupuk gendar #boraks #bahan berbahaya #BBPOM #pengujian #formalin #Jogjakarta #balai besar pengawas obat dan makanan