Ada tiga bakteri yang ditemukan. Mulai dari escherichia coli, staphylococcus, dan bacillus.
"Memang hampir sama dengan yang di Mlati. Biasanya cemaran ini banyak di air. Dicek itu sampel makanan dan airnya," terangnya ditemui di ruangannya, Selasa (30/9).
Menurutnya, tiga bakteri ini memang menyebabkan berbagai kondisi, seperti mual dan diare. Umumnya gejala tersebut baru dirasakan setelah beberapa jam.
Atas temuan ini dia mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memperlakukan dapur agar bersih.
Salah satunya dengan klorinasi. Sebuah proses penambahan kaporit pada air.
"Tapi ada perbandingan agar tidak menimbulkan bau atau rasa yang tidak nyaman," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menambahkan, peristiwa keracunan akibat MBG saat ini biayanya akan ditanggung oleh SPPG.
Nantinya rumah sakit akan mengajukan, sementara dinas kesehatan akan meneruskan pada satgas MBG, baru diarahkan pada SPPG.
"Saat ini prosesnya masih koordinasi dan rapat-rapat tambahnya," katanya.
Dia menyebut untuk data keracunan di Bumi Sembada sudah mencapai ratusan. Misalnya, di Kapanewon Mlati 373 orang, Berbah 66 orang, dan Gamping 58 orang. (del)
Editor : Bahana.