SLEMAN - Kabel fiber optik masih jadi pekerjaan rumah yang besar bagi Kabupaten Sleman. Dalam satu titik bisa ditemui sepuluh hingga belasan tiang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman Budi Santosa membenarkan kondisi ini. Dia menyebut kabel fiber optik yang semrawut bisa ditemui di seluruh wilayah Bumi Sembada. Pada anggaran perubahan 2025 sendiri telah dianggarkan Rp 172 juta. Alokasi ini digunakan untuk pendataan dan penataan.
"Jadi dirapikan tapi baru dengan diikat menggunakan wireline. Secara bertahap akan kami tata," sebutnya saat meninjau kabel semrawut Senin (29/9).
Pada tahun ini sebenarnya direncanakan penataan untuk sebelas ruas jalan sepanjang 30 kilometer (km). Namun, Budi memperkirakan, anggaran yang ada ini hanya cukup untuk menata satu ruas jalan saja sepanjang 7 km.
Baca Juga: Oknum Guru Terlibat Karaoke dengan Smart TV Bantuan Presiden, DPR Turut Soroti
"Kabel semrawut bukan urusan pemkab saja, tapi harus kolaborasi dengan provider. Agar tidak jadi sampah visual karena keluhan masyarakat di mana-mana," sebutnya.
Menurutnya, merapikan kabel dengan diikat ini memang paling murah secara anggaran. Sementara yang menengah dengan tiang bersama dan yang paling mahal adalah penataan kabel di bawah tanah.
Baca Juga: Viral! Bobby Nasution Tegas Suruh Kendaraan Aceh Ganti Plat BK, Netizen Geram
Rencananya pada 2026 akan dilakukan uji coba menggunakan konsep tiang bersama. Satu tiang diperkirakan bisa menampung 10-15 kabel.
"Dari pemkab sendiri sebenarnya juga sudah memiliki beberapa tiang di jalan protokol," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengendalian Telekomunikasi Diskominfo Sleman Agus Hermawan menjelaskan, proses merapikan ini juga dilakukan dengan penarikan untuk kabel-kabel yang menjuntai. Sesuai aturan juntaian ini maksimal lima persen.
"Saya nilai penggunaan wireline ini akan awet lama," tambahnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita