SLEMAN - Program makan bergizi gratis (MBG) terus bergulir di Kabupaten Sleman. Sasarannya akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) DIY-Jawa Tengah Harsono Budi Waluyo menjelaskan, MBG saat ini sudah menjangkau 222.660 penerima manfaat atau sekitar 44,28 persen dari total sasaran di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Khusus di Kabupaten Sleman saat ini sudah ada 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif. Dengan 62 titik yang berjalan hingga 26 September 2025.
"Ke depan untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Sleman dibutuhkan total 101 SPPG," sebutnya dihubungi Minggu (28/9).
Potensi penerima MBG di Bumi Sembada sendiri mencapai 280.134 orang. Terdiri dari siswa 234.033 orang, ibu hamil 334 orang, ibu menyusui 53 orang, dan balita 45.714 orang. Saat ini sudah ada 219.684 penerima sehingga persentasenya capai 78 persen.
Baca Juga: Manajemen Imbau Suporter Tidak Datang ke Area Stadion Saat PSS Sleman Menjamu Deltras FC
Harsono menjelaskan, distribusi dilakukan melalui dapur pengolahan di SPPG. Kemudian dikirim ke sekolah-sekolah sesuai jadwal makan yang telah disepakati.
"Kendala teknis memang ada, seperti cuaca atau keterlambatan distribusi, tapi sejauh ini bisa kami atasi," bebernya.
Baca Juga: Sejak 2023 Pemkab Bantul Ajukan Dua Bus Sekolah Gratis, Begini Progresnya
Dia mengaku, dapur MBG ini menerapkan standar keamanan pangan dan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas. Dia tak menampik bahwa pernah ada catatan keluhan bahkan dugaan keracunan. Tetapi semua sudah ditangani cepat dengan evaluasi menyeluruh.
"Itu menjadi pembelajaran untuk semakin memperkuat pengawasan mutu," tambahnya.
Menurutnya, secara umum respons sekolah dan orang tua sangat positif. Anak-anak merasa senang dengan variasi menu dan guru terbantu mendukung kesehatan siswa. Ke depan fokusnya adalah memperluas jangkauan dan menambah variasi menu lokal.
"Termasuk memperkuat distribusi agar program MBG benar-benar membawa manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak-anak," tambahnya.
Baca Juga: Sejak 2023 Pemkab Bantul Ajukan Dua Bus Sekolah Gratis, Begini Progresnya
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap, akan ada komunikasi lebih intensif dengan pemerintah kabupaten terkait program ini. Lantaran penerima manfaat berada di wilayah kepala daerah.
"Kalau keracunan siapa yang tanggung jawab, operasionalnya seperti apa, harus ada kendali mutu," tegasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita