SLEMAN - Pemangkasan anggaran berdampak pada berbagai elemen. Termasuk dalam hal program-program yang jadi kewenangan KPU Sleman.
Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menjelaskan, pemangkasan anggaran berdampak besar bagi berbagai kegiatan. Namun pihaknya tetap mencoba untuk turun untuk melaksanakan pendidikan politik. Misalnya, lewat kegiatan pendampingan saat pemilihan ketua Osis di sekolah.
"Dulu ada anggaran desa binaan melek politik, sekarang di-pending. Nanti rencananya kami hanya melanjutkan saja, tidak ada desa baru," katanya.
Sementara itu, Sekretaris KPU Sleman Yuyud Futrama menjelaskan, biasanya anggaran yang diberikan dari pusat mencapai Rp 10 miliar. Tetapi kini hanya Rp 5 miliar saja. Padahal, jumlah pegawai ada peningkatan. Dari sebelumnya tidak sampai 30 orang, saat ini hampir 40 orang. "Jadi anggaran hanya untuk operasional, gaji, pemeliharaan," katanya.
Ada berbagai anggaran kegiatan teknis yang dia sebut hilang. Misalnya, pemutakhiran data parpol, anggaran pergantian antarwaktu, hingga kajian hukum. "Mau enggak mau harus inovasi sendiri jadi daring lewat Zoom," katanya.
Yuyud juga menyebut, tidak ada uang transportasi dalam perjalanan dinas. Selain itu, konsumsi yang umumnya diberikan saat program pendidikan pemilih. "Kami selalu turun melakukan pendidikan pemilih. InsyaAllah tidak ada dampak maupun hambatan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita