Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Juara Satu Provinsi, Kalurahan Banyuraden Kembangkan Kuliner Khas Berdaya Saing, Kerja Sama dengan UWM, Punya Produk Roti Lapis

Kusno S Utomo • Rabu, 24 September 2025 | 13:00 WIB

PRODUK LOKAL: Tim pengabdian masyarakat UWM menunjukan lapis legit batik khas Banyuraden. Roti itu punya nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang luas.
PRODUK LOKAL: Tim pengabdian masyarakat UWM menunjukan lapis legit batik khas Banyuraden. Roti itu punya nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang luas.
 

 

SLEMAN - Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, baru saja meraih juara satu sebagai kalurahan terbaik lomba kalurahan/kelurahan se-DIY 2025. Penghargaan diberikan langsung Gubernur DIY Hamengku Buwono X.

Banyak potensi dimiliki desa yang berada di ujung timur Gamping. Berbatasan langsung dengan Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Di antaranya seperti roti lapis legit batik dan empon-empon. Sentra lapis legit beada di Dusun Kaliabu, tak jauh dari jembatan layang ring road barat.

“Kami ingin Banyuraden semakin dikenal luas sebagai pusat produk kuliner khas yang berdaya saing,” ucap Lurah Banyuraden Sudarisman Selasa (23/9).

Mengembangan potensi kuliner itu, Sudarisman menggandeng kerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satunya dengan Universitas Widya Mataram (UWM). Kebetulan kampusnya berada di Banyuraden. Selama dua tahun terakhir UWM mengadakan program pemberdayaan masyarakat.

“Kami apresiasi atas keberlanjutan program ini karena mampu membuka peluang baru bagi kelompok wanita tani (KWT) dan pelaku usaha lokal. UMKM desa,” lanjut Sudarisman.

Dengan adanya program tersebut, lapis legit batik dan empon-empon dari Banyuraden dapat menjadi ikon produk lokal. Tak hanya bernilai ekonomi, tapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. “Mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” harap lurah dua periode ini.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat itu menjadi bagian dari pengabdian masyarakat UWM. Pelaksanaannya diketuai Ambar Rukmini dengan anggota tiga orang pengajar lainnya. Dwiyati Pujimulyani Dyah Titin Laswati dan Kristiana Sri Utami.

Mereka melaksanakan kegiatan di Banyuraden dalam rangka Hibah Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Kedua dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. “Fokus kami pada penguatan daya saing produk unggulan desa,” kata Ambar.

Tahun kedua, kegiatan diarahkan untuk penguatan brand image dua produk khas Banyuraden. Roti lapis legit batik dan empon-empon. Keduanya dipilih karena memiliki potensi ekonomi tinggi. “Nilai budaya yang kuat serta peluang pasar yang luas,” paparnya.

 

Selama pembinaan ada beberapa kegiatan. Dimulai dengan workshop branding produk untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran. Dilanjutkan, pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk meningkatkan daya tarik. Melalui lebih banyak pilihan produk yang dihasilkan.

 Kemudian pendampingan digital marketing melalui media sosial dan marketplace agar produk lebih dikenal secara luas. “Kami juga mendorong peningkatan standar mutu produk agar sesuai kebutuhan pasar modern, tanpa meninggalkan keunikan lokal,” imbuh anggota tim Dwiyati. Selain itu, ada sosialisasi strategi storytelling brand yang menekankan nilai filosofi, tradisi, dan identitas Banyuraden. (kus)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#roti lapis legit batik #Kelompok Wanita Tani (KWT) #Empon-empon #Sleman #Kaliabu #kalurahan banyuraden #kalurahan #kuliner khas #Universitas Widya Mataram (UWM) #DIY #Gamping #Gubernur DIY Hamengku Buwono X #Banyuraden