Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Dapat Kuota, Delapan Keluarga Asal Sleman Gagal Berangkat Transmigrasi Tahun Ini

Delima Purnamasari • Jumat, 19 September 2025 | 20:37 WIB

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani
SLEMAN - Kabupaten Sleman tidak mendapatkan kuota transmigrasi pada tahun 2025. Padahal daftar tunggu telah mencapai 27 keluarga.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani. Dia menerangkan, pada 2025 ini sebenarnya direncanakan ada delapan keluarga yang akan berangkat.

"Kami tidak dapat kuota tahun ini. Tapi ini bukan semata-mata program kami karena langsung dari kementerian. Jadi kami mengikuti," terangnya saat ditemui di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Jumat (19/9).

Epiphana menyebut, untuk delapan keluarga yang tidak jadi berangkat ini sudah diberikan pemberitahuan. Dia menyebut pada tahun 2026 akan diusahakan agar bisa berangkat.

Menurutnya, pelaksanaan program ini menyangkut dua daerah, yakni daerah asal dan daerah penempatan.

Di dalamnya ada berbagai hal yang dipertimbangkan, seperti ketersediaan lahan. Sehingga, tidak bisa asal dilakukan.

Dia juga menyebut, bersama dengan pemerintah provinsi telah melakukan kunjungan ke daerah penempatan, seperti Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Hasilnya akan disosialisasikan pada seluruh keluarga yang menjadi daftar tunggu transmigran sebagai gambaran.

"Tapi tentu mereka ada keinginan masing-masing. Paling banyak ke Kalimantan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans DIJ Elly Supriyanti membenarkan kondisi ini. Bumi Sembada memang tidak mendapatkan alokasi penempatan transmigrasi.

"Ini karena ada pengurangan. Tahun 2025 hanya ada 15 keluarga," katanya.

Terdiri dari 12 keluarga yang akan dikirim ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan tiga keluarga ke Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Baca Juga: Pebalap Astra Honda Siap Melesat Kencang untuk Bidik Podium FIM JuniorGP Misano

Transmigran paling banyak berasal dari Kabupaten Kulonprogo dengan lima keluarga, lalu Kota Yogyakarta empat keluarga, serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul masing-masing tiga keluarga. (del)

Editor : Bahana.
#Pemkab Sleman #transmigrasi