Teknologi digital telah menyebar ke semua elemen dan bidang, salah satunya bidang musik.
Di era digitalisasi ini, masyarakat dimudahkan dengan adanya platform digital pemutar musik.
Platform digital itu menawarkan banyak kemudahan, seperti mengakses musik di mana pun dan kapan pun hingga fitur-fitur menarik yang dapat diakses pengguna.
Di balik perkembangan teknologi digital itu, tetap ada orang yang bertahan di teknologi analog. Inggo Wijaya, pria 49 tahun ini salah satu contohnya.
Ia seorang kolektor, pegiat serta wirausaha di bidang musik, khususnya rilisan fisik.
Ditemui di rumahnya, Perumahan Soka Asri, Kadisoka, Purwomartani, Kapanewon Kalasan, produk atau barang yang ia jual beragam.
Dari rilisan fisik seperti kaset pita dan kaset CD, kaus merchandise band lokal, hingga sepatu merchandise.
“Iya, barang yang banyak saya jual kaset pita, CD, kaos, rata-rata dari band lokal Jogja,” ujar pria yang akrab disapa Inggo.
Dalam menjalankan bisnisnya, ia memiliki banyak cara untuk memasarkan barang yang dijual.
Baca Juga: BPBD DIY Belum Keluarkan Status Siaga Darurat, tapi Minta Masyarakat Tetap Waspada
Biasanya ia memasarkan lewat lapak di acara komunitas rilisan fisik seperti Record Store Day, memasukkan barang di e-commerce seperti Tokopedia, hingga menawarkan barang lewat sosial media seperti Instagram dan Facebook.
“Biasanya saya memasarkan lewat aplikasi digital dan media sosial, kemudian ngelapak di acara Record Store Day. Biasanya dapat info dari teman sesama bakul rilisan fisik,” ungkapnya.
Perputaran barang yang ia jual datang dari mana saja. Biasanya kulakan barang di sesama teman penjual rilisan fisik hingga mendatangi kantor band atau studio rekaman.
Bisnis yang ia jalani sejak tahun 2012 ini telah mengalami pasang surut. “Bisnis seperti ini tentu ada pasang surutnya. Apalagi barang yang dijual tidak semua orang menggunakannya lagi,” tambah Inggo.
Ia mengatakan, bisnis yang dijalani ini datang dari hobinya sendiri. “Awalnya hobi dari zaman SMA. Senang koleksi kaset pita,” ungkapnya.
Bisnis seperti ini masih banyak yang menekuni dan menjalani. Orang-orang yang menjalani datang dari kolektor dan penikmat musik yang senang akan kepuasan dari mendengarkan dan mengoleksi barang.
Meskipun era digitalisasi telah merajalela dan memasuki semua bidang, rilisan fisik tetap banyak diminati dan digeluti.
Terutama oleh orang-orang yang tetap ingin merawat kenangan dan nostalgia di masa lalu. (Antonius Bondan Satrio Aji)
Editor : Herpri Kartun